nusabali

Turis Ramai, Harga Kopi Melambung

  • www.nusabali.com-turis-ramai-harga-kopi-melambung

Harga kopi mencapai Rp 140 ribu-Rp 150 ribu per kilo, rekor tertinggi.

DENPASAR,NusaBali
Membaiknya perekonomian Bali ditandai dengan perkembangan positif di sejumlah sektor. Salah satunya sektor pertanian  sub sektor perkebunan, seperti  budidaya dan bisnis kopi. Dari penuturan petani sekaligus pebisnis kopi, harga kopi saat ini tergolong sangat bagus. Hal itu karena harga perkilo, untuk yang green bean tembus Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu perkilo.

“Untuk sementara ini rekor harga tertinggi,” ujar I Komang Sukartana, petani asal Kintamani, Bangli, Rabu(24/5).

Pada tahun 2022 lalu, harga kopi untuk  green bean berada di angka Rp 120 ribu perkilo.

Dituturkan Komang Sukartana,  faktor suplai dan demand yang menjadi  pemicu ‘melambungnya’ harga kopi. Sayangnya, di saat harga kopi menguntungkan petani, justru produktivitas kopi menurun.

“Permintaan kopi tinggi, sedangkan produksi menurun,” terangnya.

Dikatakan menurunnya produksi kopi, karena faktor perubahan iklim.

”Kalau dulu musim basah dan musim kering datangnya secara teratur, tidak demikian sekarang,”  ucap Komang Kopi, sapaan Sukartana, pelaku UMKM binaan Bank Indonesia(BI).

Dijelaskan, belakangan ini masa  hujan dan panas  tidak teratur.

“Mungkin itu yang menyebabkan buah kopi berkurang,  walau masa  panennya lebih lama,”ungkapnya.

Di Kintamani, produksi kopi diperkirakan sekitar 500 kilogram per hektare, dalam setahun. Hal itu karena, kopi di Kintamani merupakan  tanaman sela. Tanaman pokoknya adalah jeruk atau sayur mayur dan lainnya.

”Tidak monokultur, hanya kopi saja” terangnya.

Sedangkan jika sepenuhnya  budidaya kopi,  tidak ada campuran  dengan tanaman lain, per hektare  bisa 1.600 tanaman kopi dengan jarak 2,5 meter.  Hasil panen bisa sampai  1 ton (1.000 kilogram/per hektare), selama masa panen.

Di pihak lain, selain untuk konsumsi pasar lokal, meningkatnya permintaan kopi, karena meningkatnya aktivitas pariwisata Bali. Permintaan kopi karena faktor wisatawan bertambah.

Dia katakan dengan melihat kenyataan di lapangan, turis makin ramai. “Konsumsi kopi bertambah, “ ungkapnya.

Secara umum, bisnis ‘perkopian’  untuk saat ini menggairahkan. “Ya, tentu senang, karena harga bagus. k17.

Komentar