nusabali

Viral di Medsos Pasutri Ditikam Pria Diduga Mabuk

  • www.nusabali.com-viral-di-medsos-pasutri-ditikam-pria-diduga-mabuk

DENPASAR, NusaBali - Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial YG dan NK jadi korban penikaman oleh seorang pria berinisial YO. Peristiwa berdarah itu terjadi di salah satu gudang di Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat sekitar seminggu yang lalu. 

YG menderita luka tikaman pada lengan tangan kiri dan dada kiri. Sementara NK menderita luka sabetan pada jari tangan kiri. Video dan foto tentang penikaman ini beredar luas di berbagai media sosial (Medsos). 

Pada saat kejadian, pelaku (YO) diduga dalam kondisi mabuk minuman keras. Usai melukai Pasutri tersebut YO kabur dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Sementara para korban lapor ke Polsek Denpasar Barat. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa berdarah itu diduga akibat salah paham di tempat kerja antara Yo (pelaku) dan YG (korban). 

Perselisihan antara keduanya terjadi sekitar delapan bulan yang lalu. Akibat perselisihan itu YO yang diketahui berasal dari NTT itu pilih berhenti kerja, alasannya ingin pulang kampung. 

Meski mengaku mau pulang kampung nyatanya YO tak kunjung pulang. Bahkan sering datang ke gudang tempat kerja lamanya (lokasi TKP). Akhirnya YO bikin masalah dengan cara memancing emosi korban YG hingga berujung penikaman. Pada saat peristiwa terjadi NK menjambak rambut pelaku YO dan langsung mendapat sabetan pisau. "Sekitar delapan bulan lalu sempat ada perselisihan. Pada waktu itu saya diancam dipukul pakai besi. Setelah itu dia (YO) berhenti kerja. Alasannya mau pulang ke kampung halamannya di Atambua, NTT. Terakhir pelaku benar-benar menganiaya saya dan istri pakai pisau berukuran sekitar 25 centimeter," ungkap YG dalam video yang beredar luas di medsos. 

YG berharap aparat kepolisian gerak cepat menangkap pelaku. YG juga meminta bantuan warga asal NTT di Bali untuk bantu menginformasikan keberadaan pelaku. Bahkan foto terduga pelaku disebar luaskan lewat Medsos. "Saya sudah buat laporan di Polsek Denpasar Barat. Semoga polisi segera menangkap pelaku," pungkasnya. 

Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi dikonfirmasi, Kamis (27/4) mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Denpasar Barat. "Detail kasusnya saya belum tahu persis. Yang pasti kasus itu benar terjadi," ungkap AKP Sukadi. 7 pol

Komentar