nusabali

Telepon, SMS, Fiber Optik Tetap Bisa Digunakan

Data Seluler dan IPTV Mati Saat Nyepi

  • www.nusabali.com-telepon-sms-fiber-optik-tetap-bisa-digunakan

DENPASAR, NusaBali
Layanan data seluler dan IPTV (Internet Protocol Television) kembali akan dimatikan pada saat Hari Raya Nyepi Saka 1945 tahun ini yang jatuh pada 22 Maret 2023.

Di sisi lain layanan telepon, SMS, dan fiber optik masih bisa digunakan oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana, Jumat (17/3). Dia menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan kebijakan yang setiap tahunnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali guna mendukung pelaksanaan Hari Raya Nyepi terlaksana dengan kondusif.

Keputusan tersebut diperkuat dengan adanya Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 tentang Imbauan untuk Melaksanakan Seruan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2023, tertanggal 16 Maret 2023, serta Seruan Bersama Majelis-majelis Agama dan Lembaga Sosial Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1945, tertanggal 13 Maret 2023.

Penonaktifan layanan data seluler dan IPTV ini akan dimulai pada Rabu, 22 Maret 2023 pukul 06.00 Wita hingga Kamis, 23 Maret 2023 pukul 06.00 Wita.

“Ini artinya seluruh layanan data seluler di HP akan dimatikan,” ujar Gede Pramana. Namun dia juga menyampaikan bahwa layanan pada objek vital seperti rumah sakit, kantor kepolisian, militer, BMKG, BPBD, Basarnas, bandara, pemadam kebakaran, serta objek vital lainnya akan tetap beroperasi.

Sementara itu terkait layanan telepon, SMS, dan fiber optik tetap dapat digunakan selama Hari Raya Nyepi guna memudahkan masyarakat jika pada saat Hari Raya Nyepi memerlukan layanan khususnya yang bersifat emergensi.

Di samping itu mengingat Hari Raya Nyepi tahun ini bertepatan dengan hari pertama Bulan Ramadhan 1444 Hijriah, maka umat Islam di Bali diharapkan dapat melakukan shalat tarawih di rumah masing-masing atau tempat ibadah terdekat dengan berjalan kaki serta tidak menggunakan pengeras suara serta penggunaan lampu yang dibatasi.

“Saya berharap pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun ini dapat terlaksana dengan kondusif dan aman, apalagi mengingat Nyepi tahun ini agak spesial karena bertepatan dengan hari pertama bulan puasa. Saya harap ini dapat menjadi contoh bentuk kerukunan antarumat beragama di Bali,” ujar Gede Pramana. *cr78

Komentar