nusabali

Sambut Nyepi, The Westin Nusa Dua Gelar Live Painting dan Charity

  • www.nusabali.com-sambut-nyepi-the-westin-nusa-dua-gelar-live-painting-dan-charity
  • www.nusabali.com-sambut-nyepi-the-westin-nusa-dua-gelar-live-painting-dan-charity

MANGUPURA, NusaBali.com – Sebagian besar kalangan baik perorangan ataupun dunia industri memiliki cara masing-masing untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945. Seperti halnya The Westin Resort Nusa Dua Bali menggelar acara yang bertajuk Celebrate Balines New Year pada Jumat (17/3/2023) sore.

Berlangsung lebih intimate, gelaran tersebut menghadirkan Art Painting, Jero Apel Hendrawan dengan menampilkan 14 karya terbaiknya dan sekaligus penampilan live painting kepada seluruh pengunjung.

Senior Director of Marketing Communication, Dewi Anggraini menerangkan kegiatan ini merupakan agenda rutin tiap tahun untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Hanya saja, tahun ini pihaknya mengambil konsep berbeda dengan mengundang seniman asal Sanur, Jero Apel Hendrawan.

Untuk menambah experience para pengunjung, Jero Apel pun diberikan kesempatan untuk melukis secara langsung di hadapan para pengunjung. Tak hanya melihat, pengunjung diberikan kesempatan pula untuk menggoreskan kuas yang tercampur dengan warna ke dalam media kanvas. Hal ini, kata Dewi juga turut membuat animo tamu sangat berantusias.

“Kami selalu ingin mengedepankan inspirasi event dan tidak melupakan budaya Bali. Setiap Hari Raya Nyepi kami selalu bekerjasama dengan artis lokal untuk memperkenalkan budaya Bali yang sangat luar biasa. Tahun ini dengan lukisan dari Jero Apel dan tahun depan pasti kami akan memberikan inspirasi program lainnya,” ujar Dewi saat ditemui di sela-sela gelaran pada Jumat (17/3/2023).

Lebih lanjut, kata Dewi lukisan yang dibuat oleh Jero Apel akan dilelang dan seluruh dana nantinya akan diberikan oleh SLB Negeri 1 Badung. Gelaran ini juga turut dihadiri oleh para siswa dan siswi dari SLB Negeri 1 Badung.

Kerja sama ini, kata Dewi sebagai salah satu bentuk dukungan The Westin Resort Nusa Dua Bali kepada anak disabilitas. Ia menilai, gelaran ini bisa memberikan kesempatan para siswa siswi SLB untuk berkreatifitas dan menyalurkan bakat menarinya. Bukan menjadi kali pertama, namun pihaknya juga aktif memberikan bantuan berupa renovasi fasilitas sekolah untuk menunjang pembelajaran.

“Kami juga memiliki program yakni mengajak para tamu untuk bisa melalukan liburan dan sekaligus berkegiatan dengan masyarakat lokal. Jadi mereka mendapatkan kesempatan berkunjung ke SLB untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak. Khusus hari ini, akan selalu ada inspirasi program lainnya karena mereka adalah anak-anak yang sangat luar biasa, bertalenta dan ingin menampilkan suatu yang luar biasa dari diri mereka,” bebernya.

Sehingga Dewi berharap, output dari gelaran ini pihaknya dapat terus mengenalkan budaya Bali dan memperkenalkan artis-artis Bali serta pelaku seni di Bali. Sementara, disinggung soal Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Rabu (22/3/2023) mendatang, Dewi menerangkan pihaknya tetap memberlakukan aturan dari pemerintah soal penerangan. Sehingga pihaknya telah mengimbau kepada para tamu yang menginap sejak jauh-jauh hari.

“Penerapan untuk lampu, tidak diperkenankan menghidupkan lampu khusus bagi kamar yang terlihat dari luar. Tamu-tamu juga tidak bisa keluar ke arah pantai tetapi kami memberikan mereka program lainnya seperti meditasi,” terangnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Jero Apel menuturkan dirinya sangat senang bisa diundang pada gelaran hari ini. Ia pun sangat berantusias dan sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya.

“Saya diundang untuk mengisi acara hari ini dengan mengadakan acara pameran solo tunggal saya di sini dengan tema abu vulkanik dan Celebrate Balines New Year dengan jatayu,” tuturnya.

Selaras dengan hal tersebut, Guru Seni SLB Negeri 1 Badung, Ni Nyoman Ari Savitri juga mengucapkan terima kasihnya kepada pihak The Westin Resort Nusa Dua Bali karena selalu memperhatikan anak-anak disabilitas.

“Mereka (siswanya) selalu diberikan kesempatan untuk menampilkan keterampilan yang ada di sekolah. Semoga banyak lagi pihak yang memperhatikan kemampuan mereka. Ternyata keterbatasan bukan sebuah halangan untuk memperlihatkan keterampilan mereka,” ucap wanita kelahiran 26 Februari 1983 itu.

Ari berharap, hotel lainnya juga dapat memberdayakan anak-anak disabilitas pada penampilan seni Bali. Ia pun berpesan, agar masyarakat tidak melihat dari kekurangan anak disabilitas namun melihat kelebihan yang mereka miliki.

“Mereka memiliki kelebihan hampir sama seperti anak-anak reguler lainnya. Semoga anak-anak bisa diberikan kesempatan yang sama di dunia industri,” pungkasnya. *ris




 





Komentar