nusabali

Upacara Hari Lahir Pancasila di Badung

  • www.nusabali.com-upacara-hari-lahir-pancasila-di-badung

Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kabupaten Badung, Kamis (1/6) berlangsung khidmat.

Presiden Mengajak Komponen Bangsa Menjaga Pancasila

MANGUPURA, NusaBali
Upacara yang langsung dipimpin langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ini turut dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Badung, pimpinan DPRD Badung, serta segenap komponen masyarakat.

Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut membacakan sambutan resmi Presiden RI Joko Widodo. Presiden berpesan agar Indonesia belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. “Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal lka, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, lndonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan,” kata Bupati Giri Prasta membacakan sambutan presiden.

Presiden pun mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. “Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila,” katanya lagi.

Disampaikan, bahwa komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus diakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan ldeologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Anak Bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. “Kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional. Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang AntiPancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl, Anti-Bhrnneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia,” katanya.

“Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan lndonesia,” tegasnya.

Dijelaskan bahwa Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan lr.Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia.

Usai apel, Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa menyampaikan peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 -1 Juni 2017 ini merupakan momentum dan gerakan kita bersama untuk mempertahankan dan melaksanakan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. “Kaitannya dengan empat pilar kebangsaan ini bagi kami itu harga mati,” tegasnya.

Terkait paham radikalisme, Bupati menegaskan akan melawan bersama-sama, menurutnya radikalisme itu tidak jamannya lagi dan tidak ada di Indonesia. “Kita harus betul bersama-sama bangkit, bergerak, berjuang bersama untuk Indonesia raya,” tukasnya. *asa

Komentar