nusabali

Diduga karena Hamil, Ni Made DS Dianiaya Pacar hingga Tewas

  • www.nusabali.com-diduga-karena-hamil-ni-made-ds-dianiaya-pacar-hingga-tewas

DENPASAR, NusaBali.com -  Berniat mengungkapkan dalam kondisi berbadan dua,  Ni Made DS justru tewas dianiaya pacarnya Kadek J pada Selasa (7/2/2023) sore.

Peristiwa penganiayaan berujung maut itu terjadi di rumah pelaku Kadek J di Jalan Gunung Batur, Gang Carik III Nomor 5, Banjar Penyaitan, Desa Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat.

Informasi yang diperoleh dari sumber warga di lapangan menyebutkan penganiayaan sekitar pukul 15.00 Wita ini dilakukan Kadek J pada saat rumahnya dalam keadaan ayah, ibu, dan kakaknya tidak ada di rumah.

Sebelum terjadi penganiayaan, korban yang datang ke rumah pelaku yang merupakan pacarnya.  Kadek J dianiaya karena Ni Made DS mengaku hamil.  Tidak mau tanggung jawab dengan kehamilan itu, Kadek J menganiaya korban hingga tewas.

"Tidak tahu bagaimana cara pelaku menganiaya korban hingga meninggal dunia. Pada leher korban terlihat seperti ada hekas jeratan. Tapi tidak tahu itu jeratan tali atau bekas cekik. Yang pasti korban tidak dibacok, Karena pada jenazah korban tidak ada lumuran darah," ungkap sumber NusaBali.

Sumber tadi mengaku, sebelum mengetahui korban meninggal dunia, pelaku terlihat mondar-mandir keluar masuk rumah. Gerak-geriknya itu tidak dicurigai karena pelaku dikenal sebagai orang baik.

"Saya tidak curiga, karena dia saya kenal orang baik. Pada saat mondar-mandir itu memang seperti orang sedang panik. Apakah pada saat itu korban sudah meninggal atau bagaimana, saya juga belum tahu," lanjut sumber tadi.

Sekitar pukul 17.00 Wita, lanjut sumber tadi, pelaku pergi ke rumah orangtua korban di Kesiman, Denpasar Timur. Pada saat pelaku ke Denpasar Timur ibu dan bapaknya pulang dari kerja dan menemukan korban seorang diri telentang di dalam rumah. Melihat pemandangan itu, orangtua pelaku memanggil BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Denpasar.

Tak lama berselang, tim BPBD Kota Denpasar langsung melakukan pemeriksaan. Ternyata korban sudah meninggal dunia. Karana sudah meninggal dunia, tim BPBD Kota  Denpasar tidak mau mengambil tindakan untuk mengevakuasi jenazah korban sebelum ada tindakan kepolisian.

"Informasi yang saya peroleh, tim BPBD tolak mengevakuasi korban karena sudah meninggal dunia. Peristiwa itu pun dilaporkan ke Polsek Denpasar Barat. Tak lama berselang aparat Polsek Denpasar Barat datang ke lokasi TKP," beber sumber.

Pada saat polisi tiba di lokasi TKP, pelaku juga tiba setelah pulang dari Denpasar Timur. Pelaku pun diinterogasi polisi, hingga akhirnya diringkus ke Mapolresta Denpasar. "Informasinya, pelaku mengakui menganiaya korban," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengatakan belum mendapatkan kronologis terkait peristiwa tersebut. "Saya belum dapat kronologisnya. Yang pasti ada satu orang sudah ditetapkan jadi tersangka," ungkap AKP Ketut Sukadi. *pol

Komentar