nusabali

Pasca Nataru dan Galungan, Harga Bumbu Tetap 'Stabil'

  • www.nusabali.com-pasca-nataru-dan-galungan-harga-bumbu-tetap-stabil

DENPASAR,NusaBali
Cuaca buruk yang ditandai dengan hujan lebat dan angin kencang beberapa waktu belakangan ini berimbas  terhadap pasokan sejumlah bahan pokok.

Antara lain jenis bumbu dapur seperti cabe dan bawang. Pasokan kedua item bumbu tersebut, sempat seret. Namun karena permintaan berkurang, hal itu tidak berpengaruh banyak terhadap harga.

“Malah  ada yang  turun dibanding jelang  Hari Galungan (Rabu,4/1),” ujar I Nyoman Surya, seorang pedagang bumbu di Pasar Badung, Rabu(11/1).

Contohnya untuk cabe rawit merah, jelang Galungan  tepatnya 1 Januari, harga cabe rawit sempat tembus Rp90 ribu sampai Rp95 ribu perkilo. Namun kini harganya  berkisar Rp55 ribu perkilo. Harga Rp55 ribu perkilo tersebut merupakan yang terendah sejak penurunan mulai tanggal 2 Januari yakni dari Rp70 ribu, turun iadi Rp60 ribu.

Namun tidak semua jenis bumbu  turun harga. Bumbu lainnya yakni bawang putih, harganya naik. Dari harga  Rp23 ribu perkilo menjadi Rp24 ribu perkilo. Malah untuk jenis bawang putih katagori super dari Bima, harganya naik dari Rp40 ribu perkilo meniadi Rp42 ribu perkilo.

Harga  bumbu maupun yang bahan pokok yang lain tergantung situasi pasaran yakni  pasokan dan permintaan. Pasokan melimpah, namun jika pembelian sedikit, harga jadi turun. Sebaliknya pasokan terbatas, pemintaan banyak, harga naik.

“Kita pedagang, kalau dapat harga yang murah, kita jual murah. Untungnnya tipis, tidak banyak,” ujarnya. Surya menyimpulkan  harga bumbu relatif stabil, mengingat ada yang harganya turun, namun ada juga yang mengalami kenaikkan harga.

Penuturan senada disampaikan I Nengah Alit,  pedagang bumbu yang berjualan di Jalan Gunung Kawi, Banjar Pemeregan, Pemecutan.

“Harga bumbu naik turun. Sekarang cabe turun, dari awalnya sempat tembus Rp80.000 -Rp90.000 perkilo . Sekarang sudah Rp 60.000 ribu perkilo, untuk cabe rawit merah,” ujarnya. Sedang harga cabe besar naik, dari Rp23 ribu menjadi Rp26 ribu perkilo.

“Harga memang naik -fluktuatif. Menurun mungkin juga karena masih imbas Covid-19. Penghasilan orang belum banyak,” ujarnya. *K17

Komentar