nusabali

FBA Unmas Denpasar Gelar Youth English Contest

Batu Loncatan untuk Kompetisi Bahasa Inggris Multi Kategori

  • www.nusabali.com-fba-unmas-denpasar-gelar-youth-english-contest
  • www.nusabali.com-fba-unmas-denpasar-gelar-youth-english-contest
  • www.nusabali.com-fba-unmas-denpasar-gelar-youth-english-contest

DENPASAR, NusaBali.com - Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) menggelar Youth English Contest perdana pada Selasa (13/12/2022) di Auditorium Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar.

Gelaran Youth English Contest (YEC) ini merupakan pengembangan FBA Unmas English Speech Contest. Gelaran sebelum YEC ini hanya melombakan satu kategori yakni pidato berbahasa Inggris.

Diikuti oleh siswa 50 peserta dari kalangan SMA dan SMK se-Bali, kini hasil dari pengembangan English Speech Contest menjadi YEC ini melombakan satu kategori lagi yakni bercerita dalam Bahasa Inggris alias storytelling.

Menurut Ketua HMPS Sastra Inggris Putu Ary Wira Dharma, 21, selaku panitia penyelenggara YEC, rangkaian acara sebelumnya yakni prelimenary round sudah dimulai sejak pertengahan November lalu secara daring. Babak ini merupakan ajang penyaringan 25 kontestan di masing-masing kategori melalui penilaian performa kontestan dalam video yang mereka kirimkan.

“Dari babak preliminary itu masing-masing dicari 6 kontestan terbaik dari yang terbaik untuk melaju ke babak final yang diadakan hari ini,” kata Ary Wira ketika dijumpai di sela-sela acara.

Foto: Ary Wira, Ketua HMPS Sastra Inggris. -NGURAH RATNADI

YEC yang pertama ini mengangkat tema Creating Incredible-G: Inspiring, Creative, Dynamics, and Capable Generation. Semangat ini diangkat lantaran YEC dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi generasi muda untuk berkembang menjadi generasi yang luar biasa melalui penguasaan Bahasa Inggris.

Oleh karena itu, topik yang diangkat khususnya dalam kategori lomba pidato berbahasa Inggris berkaitan erat dengan kontribusi generasi muda terhadap isu di sekitar mereka. Sedangkan dalam kategori storytelling, para kontestan diberikan kesempatan untuk berekspresi sekreatif mungkin dalam membawakan sebuah cerita. Ekspresi ini dapat berupa penggunaan busana, properti, dan tentu saja kemahiran dalam penggunaan Bahasa Inggris.

Salah satu kontestan storytelling, Diana Daiva Griselda Cloris, 17, wakil dari SMAN 1 Blahbatuh, Gianyar mengaku ia sangat terkesan lantaran bisa berkompetisi di YEC untuk pertama kali. Kontestan yang sangat ekspresif saat membawakan kisah perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai ini juga bersyukur karena bisa menambah ilmu dan pengalaman saat berlomba.

“Senang bisa main-main ke FBA Unmas dan cukup puas sama penampilan sendiri. Cuman mungkin perlu diinfokan dulu mikrofon yang dipakai itu dipegang atau ditempel karena akan sangat berpengaruh bagi kontestan yang pakai properti,” ujar Diana.

Foto: Diana Daiva saat tampil sebagai storyteller. -NGURAH RATNADI

Meski demikian, Diana cukup puas dan yakin bahwa dirinya berpeluang masuk tiga besar dan menyisihkan tiga sampai enam kontestan lain di kategori storytelling ini usai berpacu dengan plot cerita dan waktu dalam 7 menit.

Sebagai salah satu program tahunan HMPS Sastra Inggris yang didukung penuh oleh fakultas, Ary Wira selaku Ketua HMPS Sastra Inggris berharap dan optimis kepengurusan himpunan mahasiswa jurusan selanjutnya dapat membawa YEC menjadi kompetisi yang lebih besar. Misalnya dengan menambahkan kategori lomba lebih banyak dari yang dilombakan saat ini.

“Setelah mendapat restu dari fakultas, mungkin kepengurusan selanjutnya dapat mendorong YEC menjadi lebih besar. Bisa nanti ditambahkan kategori baru seperti English emceeing, news reading, creative writing, dan lain-lain,” tandas Ary Wira.

Komentar