nusabali

4 Tahun Berjuang Melawan Kanker Serviks, Seniman Drama Gong Dewa Ayu Adnyani Berpulang

  • www.nusabali.com-4-tahun-berjuang-melawan-kanker-serviks-seniman-drama-gong-dewa-ayu-adnyani-berpulang

BANGLI, NusaBali
Salah seorang seniman drama gong, I Dewa Ayu Adnyani,58, meninggal dalam perawatan di RSUD Klungkung, Minggu (11/12) sekitar pukul 09.00 Wita.

Ayu Adnyani yang dikenal dengan peran putri dalam pentas drama gong ini meninggal karena mengidap kanker serviks.   Sebelumnya, guru SD yang tinggal di Kelurahan Bebalang, Bangli tersebut sudah sembuh dari sakitnya. Namun, beberapa pekan lalu kambuh lagi, ditandai keluhan susah makan. Putra bungsu Ayu Adnyani, AA Gde Panji Sukma menuturkan ibunya divonis menderita kanker serviks sejak tahun 2018. Proses pengobatan dijalankan hingga pada tahun 2021 sempat sembuh. "Dokter bilang, kankernya sudah hilang, sudah dinyatakan bersih," ungkapnya.

Kemudian pada 1 Desember 2022, Ayu Adnyani dilarikan ke rumah sakit karena susah makan. Berdasarkan pemeriksaan, terjadi kelumpuhan atau tidak berfungsi organ usus. Diperkirakan, efek dari pengobatan kanker yang dijalani sebelumnya. "Ibu sempat di rawat di RS BMC Bangli, selama tujuh hari. Setelah itu perawatan dilanjutkan di RSUD Klungkung," jelasnya.

Menurut Agung Panji, kondisi ibunya semakin drop pada Sabtu (10/12) malam, hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada Minggu (11/12) pagi, sekitar pukul 11.00 Wita.Pihak keluarga begitu kelihangan atas kepergian Ayu Adnyani.

Kata Agung Panji, ibunya keseharian sebagai guru di SDN 2 Bebalang. Ayu Adnyani sebelum menjadi guru sudah menekuni seni drama gong. Sekitar tahun 2006 Ayu Adnyani beralih sebagai pemain arja. Hal tersebut dilakukan karena waktu tampil lebih singkat sehingga kegiatan mengajar tidak terganggu. "Saran dari keluarga juga, agar tidak terlalu Lelah begadang. Setelah bermain drama, subuh ibu sudah bangun untuk membuat dagangan, setelahnya langsung mengajar," ujarnya.

Ayu Adnyani berjuang seorang diri untuk membesarkan dua anaknya. Ayu Adnyani dikenal sebagai sosok pekerja keras, sabar, rela berkorban demi orang terdekat. "Kami sangat kehilangan atas kepergian ibu. Beliau orang yang baik bahkan tidak pernah memarahi anaknya," kata Agung Panji. Sementara itu, upacara palebon akan dilaksanakan Senin (12/12) di Setra Adat Bebalang.

Dihubungi terpisah, rekan Ayu Adnyani, Ni Nengah Dwi Madya Yani mengaku kaget atas memeninggal sahabatnya yang sama-sama pemain drama gong itu.

Dia mengetahui jika Ayu Adnyani sakit. Namun karena kesibukan, belakangan ini jarang saling bertemu. "Dalam drama gong, almarhum multi talenta. Dikasi peran apa saja, bisa. Beliau menginspirasi kami," tuturnya.

Jelas dia, dalam waktu dekat ada rencana para seniman drama gong akan menggelar reuni dan tampil di Ardha Candra, Art Centre, Denpasar. Reuni ini juga akan melibatkan Ayu Adnyani. Untuk diketahui, nama Ayu Adnyani kian berkibar pada sejumlah drama gong. Puncak karier seninya pada Drama Gong Sancaya Dwipa, Bangli, besutan pelawak Petruk atau Nyoman Suberata dan Dolar atau Nyoman Tarma, almarhum. *esa

Komentar