nusabali

Diprotes Warga, Galian Warnasari Disemprit Pol PP

  • www.nusabali.com-diprotes-warga-galian-warnasari-disemprit-pol-pp

NEGARA, NusaBali
Jajaran Satpol PP Jembrana menertibkan sebuah aktivitas galian lahan di Banjar Pucaksari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Kamis (8/12).

Aktivitas galian lahan tersebut disemprit petugas menyusul adanya keluhan warga sekitar yang memprotes dampak gangguan lingkungan.

Sesuai laporan ke pihak Satpol PP, ada dua hal yang diprotes warga dalam akvitias galian tersebut. Protes itu pun menyangkut dengan adanya truk pengangkut material tanah yang lalu-lalang dari lokasi galian.

Pertama, terkait material tanah yang berserakan di jalan dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Selain itu, warga pun menuntut adanya pertanggungjawaban untuk dampak kerusakan jalan sekitar. Terlebih dalam aktivitas galian lahan itu pun menggunakan alat berat.

Kasat Pol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya mengatakan, sesuai pengecekan ke lapangan, aktivitas galian lahan tersebut bukan termasuk Galian C. Namun galian di lahan milik pribadi salah satu warga setempat itu, dilakukan pemilik untuk sekadar meratakan atau menata lahan pribadinya.

Sedangkan untuk melaksankan penataan lahan itu, sang pemilik meminta bantuan salah satu pengusaha dari desa setempat. "Yang diminta bantuan juga warga di sana. Dia yang menyediakan alat berat dan sebagai gantinya meminta tanah yang digali. Tanah yang diratakan itu, luasnya hanya 10 are," ujar Leo.

Meski hanya galian untuk penataan lahan, Leo mengaku, tetap memberikan teguran kepada pemilik lahan ataupun yang mengelola galian lahan tersebut. Keduanya telah diminta membuat surat pernyataan menyangkut protes warga sekitar.

Dalam surat pernyataan tersebut, mencakup empat hal. Pertama, bersedia membersihkan sisa material tanah yang tercecer di jalan. Kedua, menutup jalan yang berlobang atau rusak akibat dilalui kendaraan pengangkut material dari lokasi galian tersebut.

Ketiga, menutup kendaraan pengangkut dengan terpal sehingga material tanah yang diangkut tidak tercecer keluar.  Dan keempat, menjalin komunikasi dengan aparat Desa Warnasari dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah.

"Mereka sudah buat pernyataan. Mereka siap bertanggungjawab. Untuk memastikan pelaksanannya, kita juga sudah berkoordinasi ke pihak desa dan tugasnya Polprades (Pol PP Desa) di sana agar terus dipantau," pungkas Leo. *ode

Komentar