nusabali

Dorong Tercapainya 'Three Zero' Tahun 2030

Dari Peringati Hari AIDS Sedunia

  • www.nusabali.com-dorong-tercapainya-three-zero-tahun-2030

MANGUPURA, NusaBali
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Badung, secara kumulatif hingga Oktober 2022 tercatat sebanyak 4.737 kasus.

Masih tingginya kasus HIV/AIDS, artinya perlu adanya perhatian, komitmen dan dukungan nyata dari semua pihak dalam pencegahan dan pengendalian HIVAIDS. Selain itu penyebarluasan informasi tentang HIV/AIDS, agar benar-benar memberikan informasi kepada masyarakat, dengan harapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kepedulian serta peranan aktif dari masyarakat dalam pencegahan.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Padma Puspita, dalam peringaatan Hari AIDS Sedunia, Kamis (1/12) di Ruang Rapat Nayaka Gosana II, Puspem Badung, Kamis (1/12). Peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini mengangkat tema ‘Satukan Langkah Cegah Human HIV, Semua Setara Akhir AIDS’.

Pada kesempatan itu, dr Padma Puspita mengatakan penting untuk menumbuhkan kesadaran semua orang terhadap penyakit AIDS yang disebabkan oleh HIV dan menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia. Maka dari itu, peringatan Hari AIDS Sedunia dipandang perlu sebagai peringatan atas tingginya kasus HIV/AIDS. “Jadi melalui kegiatan ini, tidak saja sebagai peringatan karena tingginya kasus, melainkan melalui kegiatan ini pula kita juga harus mendukung mereka yang hidup dengan HIV,” ujarnya.

Dia berharap melalui peringatan Hari AIDS Senunia ini pula diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kepedulian serta peranan aktif dari masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV. Sekaligus tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena penyakit HIV. “Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Badung, di mana menurut data secara kumulatif hingga Oktober 2022, ditemukan sebanyak 4.737 kasus, yaitu telah mencapai 98,24 persen jika dibandingkan dengan estimasi ODHA di Kabupaten Badung,” ujarnya.

“Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia ini, saya mengajak semua pihak untuk melakukan promosi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, mendorong perluasan akses terhadap pencegahan, Tes HIV, dan pengobatan untuk orang yang terkena kasus AIDS,” ajaknya.

Semakin banyak masyarakat yang mengetahui status HIV, lanjut dr Padma Puspita, sekaligus mendapatkan pengobatan Antiretroviral (ARV) lebih dini, maka dapat mendorong tercapainya ‘Three Zero’, yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS dan tidak ada stigma serta diskriminasi untuk mencapai eliminasi HIV pada 2030 di Kabupaten Badung. *asa

Komentar