nusabali

IPB Internasional Perkenalkan Masakan Bali Hingga ke Negeri Tiongkok

  • www.nusabali.com-ipb-internasional-perkenalkan-masakan-bali-hingga-ke-negeri-tiongkok
  • www.nusabali.com-ipb-internasional-perkenalkan-masakan-bali-hingga-ke-negeri-tiongkok

DENPASAR, NusaBali.com - Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional menggelar kegiatan Balinese Cooking Demo pada 10-12 November 2022 bekerjasama dengan Jinan Vocational College. Selama tiga hari mahasiswa di Negeri Tirai Bambu diperkenalkan cara membuat makanan tradisional Bali melalui daring. 

Ketua Program Studi Diploma 3 Perhotelan IPB Internasional Anak Agung Ayu Arun Suwi Arianty SST Par MPar MRech, pada saat penutupan kegiatan, Sabtu (12/11) siang, mengatakan kegiatan Balinese Cooking Demo merupakan langkah awal kerjasama IPB Internasional dengan Jinan Vocational College. 

"Yang kami berikan di cooking demo ini ada basar ajang, sambel emba, jukut urab, jukut kuah, sate lilit, ayam betutu. Hari terakhir ini kita buat dessert-nya ada bubur sumsum dan pisang rai," ujar Suwi Arianty. 

Arianty mengungkapkan, kegiatan selama tiga hari juga merupakan serangkaian peluncuran 'Paon Bali', sebuah wadah belajar dan pengembangan masakan tradisional di IPB Internasional. Paon Bali, kata Arianty, ingin lebih memperkenalkan kuliner Bali kedunia internasional. 

Setelah IPB Internasional memperkenalkan masakan Bali, nantinya giliran Jinan Vocational College mengadakan cooking demo masakan tradisional China kepada para mahasiswa IPB Internasional. Kegiatan direncanakan pada 22-25 November 2022.

Kerjasama antara IPB Internasional dan Jinan Vocational College diharapkan nantinya berlanjut dengan adanya pertukaran mahasiswa ataupun pertukaran dosen.

"Jadi instruktur kami bisa mengajar di Jinan Vocational College begitu juga sebaliknya, dan mahasiswa kami dapat adaptasi ilmu-ilmu yang menjadi kekhasan mereka yang kita bisa pelajari," kata Arianty. 


Dosen Tata Boga IPB Internasional Ni Made Juni Astuti SEM Pd, yang memperagakan cara membuat dessert Bali, menyampaikan bubur sumsum dan pisang rai merupakan penganan yang familiar di semua kalangan masyarakat Bali, sehingga dipilih dalam kegiatan cooking demo. 

"Cara pembuatan pisang rai sangat simpel dan cepat, jadi tidak lama menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit," ujar Juni Astuti. 

Khusus untuk bubur sumsum, Juni mengatakan merupakan penganan yang sarat dengan nilai filosofis di Bali. Ada tiga jenis bubur sumsu mmeliputi warna putih, hijau, danm erah. Bubur sumsu mmerah paling umum digunakan sebagai sarana ritual Hindu di Bali. Sementara bubur sumsum putih dan hijau, meskipun juga kerap digunakan saran aupacara, namun keduanya lebih sering digunakan sebagai penganan sehari-hari.

"Bubur sumsum ini dibuat khusus pada Tumpek Uduh (Tumpek Wariga) yang dipersembahkan kepada Dewa Sangkara atau dewa tumbuh-tumbuhan," terang Juni Astuti. 

Dia berharap dessert Bali bisa lebih 'go international'. Begitu juga generasi muda Bali tidak melupakan kuliner warisan budaya leluhurnya. *cr78

Komentar