nusabali

Galian C Kelating Jadi TPA Darurat

  • www.nusabali.com-galian-c-kelating-jadi-tpa-darurat

TABANAN, NusaBali
Bekas galian C di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara oleh Pemkab Tabanan.

Hal tersebut ditempuh karena masih dilakukan penataan di TPA Mandung akibat overloaded sampah. Pemkab Tabanan sudah membuang sampah ke Kelating sejak sepekan. Namun galian C ini awalnya memang sudah dijadikan pembuangan sampah oleh desa dan desa adat sebagai upaya membuat konsep land refill.

Bendesa Adat Kelating Dewa Made Maharjana, mengatakan diizinkannya untuk membuang sampah ke galian C itu sebagai upaya membantu pemerintah dalam penanggulangan sampah. Tetapi pembuangan sampah ini sifatnya sementara atau saat darurat. “Kita rencananya di galian C ini membuat konsep land refill, tak hanya diuruk dengan sampah tapi tanah juga untuk pemulihan kawasan,” ujar Dewa Maharjana, Selasa (8/11).

Menurutnya di tempat galian C ini pemerintah desa dan adat juga akan mengkonsep menjadi TPST untuk mengatasi persoalan sampah di desa setempat. Seiring dengan itulah pemerintah ataupun desa setempat diizinkan membuang sampah, namun mereka dipungut retribusi Rp 150.000 per truk besar. “Sekarang baru satu lubang galian C yang isi. Itupun dari kedalaman 30 meter belum penuh terisi karena lebar,” jelas Dewa Maharjana.

Ke depan jika reklamasi ini sudah terwujud tentunya akan ada rencana pengembangan TPST yang akan berdampingan dengan TPS3R. Namun TPS3R ini sampai saat ini memang belum beroperasional lantaran belum ada alat.

Saat ini pengelolaan sampah di Tabanan jadi perhatian serius. Sejak alat berat rusak dan masih dilakukan penataan di TPA Mandung, sampah sempat sepekan tak diangkut hingga membuat wajah kota terkesan kumuh. Hingga akhirnya dicarikan solusi sementara pembuangan sampah dibawa ke TPS3R Desa Gubug dan galian C Kelating.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tabanan I Gusti Putu Ekayana belum bisa memastikan kapan pengangkutan sampah ke TPA Mandung normal. Karena saat ini masih dilakukan penataan membuat jalan masuk truk agar sampah bisa dibawa ke sebelah timur. “Belum bisa kita pastikan, karena tahapan pembuatan jalan ini masih berlangsung. Selain itu alat berat yang digunakan untuk membuat jalan kurang optimal,” tegas Gusti Ekayana. *des

Komentar