nusabali

Waspada, Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi Sepekan ke Depan

  • www.nusabali.com-waspada-cuaca-ekstrem-diprediksi-terjadi-sepekan-ke-depan

Potensi gelombang tinggi diperkiraan 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali, perairan selatan Bali dan beberapa perairan lainnya.

MANGUPURA, NusaBali
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebut cuaca ekstrem berpotensi masih terjadi hingga sepekan ke depan atau hingga 15 Oktober mendatang. BBMKG menyebut cuaca ekstrem seperti hujan deras, angina kencang, dan kilat turut dipengaruhi interaksi tiga fenomena atmosfer, yakni Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin.

Kepala Bidang Data dan Informasi, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wirajaya, mengatakan berdasarkan analisis terkini bahwa kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan dan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah, termasuk Bali dalam sepekan ke depan. “Dari hasil analisis dinamika atmosfer terkini, menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan,” jelas Wirajaya, Minggu (9/10).

Kondisi tersebut, lanjut Wirajaya, ditambah dengan aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya memprediksikan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilatan petir masih terjadi hingga 15 Oktober mendatang. “Ada 32 wilayah yang berpotensi hujan itu, termasuk Bali,” katanya.

Meski masih berpotensi hujan sedang hingga lebat, Pulau Bali tidak masuk dalam kategori dampak hujan berbasis siaga. Hanya ada 8 wilayah di Indonesia yang masuk dalam kategori siaga, seperti di sebagian wilayah Aceh, sebagian wilayah Banten, sebagian wilayah DKI Jakarta, sebagian wilayah Jawa Barat, sebagian wilayah Jawa Tengah, sebagian wilayah Jawa Timur, sebagian wilayah Kalimantan Barat dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah. “Walau demikian untuk potensi gelombang tinggi dengan perkiraan 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali, perairan selatan Bali dan beberapa perairan lainnya,” urai Wirajaya.

Lantaran masih berpotensi terjadi hujan, Wirajaya berharap kepada stakeholder terkait untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Kemudian, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.

Wirajaya juga berharap agar menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemerintah daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi). “Harapannya agar lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi,” harapnya. *dar

Komentar