nusabali

Gandeng 16 IKM, Disperindag Kota Denpasar Gelar Produk Potensial: Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

  • www.nusabali.com-gandeng-16-ikm-disperindag-kota-denpasar-gelar-produk-potensial-pulih-lebih-cepat-bangkit-lebih-kuat

DENPASAR, NusaBali.com – Usai terpuruk akibat pandemi selama dua tahun, Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Denpasar kembali mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan produktivitas, dan kualitas hasil kerajinan.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar kembali menggelar Produk Potensial di Ramayana Bali Mall di Jalan Diponegoro Nomor 103, Denpasar, 7-9 Oktober 2022.

“Untuk kegiatan saat ini adalah tahap kedua yang sebelumnya dilaksanakan di Plaza Renon Denpasar. Sama halnya dengan kegiatan yang pertama, kegiatan ini sebagai bentuk membantu para IKM (Industri Kecil dan Menengah) Kota Denpasar untuk mempromosikan produknya di masa-masa pandemi,” ujar salah satu pelaksana teknis kegiatan, Made Pramana Dyaksa, Jumat (7/10/2022) siang.

Menggandeng 16 IKM di Kota Denpasar, kegiatan gelaran Produk Potensial ini akan berlangsung pada pukul 10.00-21.00 Wita tepat di depan pintu masuk Ramayana Bali Mall. 

“Kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengajak perajin Denpasar. Para perajin yang terlibat dalam hal ini kami polakan dari beberapa komoditi yang tentunya produk-produk unggulan di Kota Denpasar dan sudah kami kurasi,” papar Made Pramana Dyaksa.

Lebih lanjut, Made Pramana Dyaksa mengatakan semoga dengan pembinaan atau fasilitasi seperti ini para perajin bisa tetap semangat dan bangkit. Bangkit dalam artian bisa mengembangkan diri bukan hanya dari fasilitas pemerintah saja tetapi para IKM bisa mempolakan dirinya untuk bisa mengembangkan usaha.

Sarana publikasi yang diterapkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat pun digencarkan. Seiring dengan perkembangan zaman yang lebih canggih, pihaknya menuturkan publikasi dilakukan di media sosial. 

“Semoga masyarakat Kota Denpasar khususnya mengetahui acara pameran ini. Setidaknya bisa hadir dan melihat kreasi atau inovasi dari para perajin IKM Kota Denpasar. Tentunya kami berterima kasih kepada pihak Ramayana Bali Mall atas kesempatan yang telah diberikan,” harap Made Pramana Dyaksa.

Dalam kesempatan yang sama, Upik Rustiah, 56, salah seorang penjaga stand dari Kelompok Perajin Kain Perca (Lorakaca) menjual berbagai jenis produk dengan memanfaatkan olahan limbah kain perca. 

“Tadinya kan kain perca hanya dibuang begitu saja, jadi kasihan. Jadi kain perca endek pada khususnya sisa-sisa yang 20 cm dan 30 cm itu yang kita manfaatkan,” ujar Upik Rustiah saat ditemui disela-sela berjualan.

Produk-produk Lorakaca yang dijual pun seperti jepit rambut, sirkam, dompet, kalung etnik, tempat tisu, bandana, tas, dan nametag. 

Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari Rp 25.000 untuk produk jepit atau sirkam, dompet dengan harga Rp 70.000, Bandana dengan harga Rp 40.000, Nametag dengan harga Rp 15.000, dan tas pinggang dengan harga Rp 200.000an.

“Produk best seller kita itu sirkam atau jepit rambut. Karena kita di Bali kan banyak ada upacara adatnya,” lanjut Upik.

Ia pun berharap kepada masyarakat agar bisa ikut membeli produk-produk para IKM agar bisa tetap berkarya ke depannya. *ris




  

Komentar