nusabali

Surveinya Mengejutkan, Puan Didorong Jadi Capres PDIP

Berpeluang Gaet Suara Pemilih Perempuan

  • www.nusabali.com-surveinya-mengejutkan-puan-didorong-jadi-capres-pdip

'PDIP saat Pilpres 2024 bisa mencalonkan presiden sendiri karena suaranya melampaui ambang batas pencapresan'

JAKARTA,NusaBali

Hasil survei dari lembaga survei KedaiKOPI menunjukkan elektabilitas Ketua DPP PDIP Puan Maharani tertinggi di antara bakal calon presiden (capres) 2024 kalangan perempuan. Puan Maharani didorong maju menjadi capres dari PDIP.

"Setelah itukan pertanyaan berikutnya kan dari calon-calon pemimpin perempuan saat ini kita lihat Ibu Puan yang paling tinggi. Bagi saya, saya agak surprise jugalah bahwa kalau di sini cukup tinggi juga Mbak Puan nomor empat atau nomor berapa ya," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng saat diskusi Polemik MNC Trijaya, seperti dilansir detik.com, Sabtu (3/9).

Andi terkejut sebab selama ini nama Puan Maharani di survei tak terlalu tinggi, namun ketika dikerucutkan di kalangan perempuan elektabilitasnya tertinggi. Sebagai pribadi, Andi mendukung Puan maju capres, sebab memberikan alternatif pilihan. "Dan biasanya kalau di survei-survei yang lain Mbak Puan biasanya masih 1-2%, di sini saya lihat sudah 8% atau lebih mungkin susunan pertanyaan ketika memberikan, semua pertanyaan-pertanyaan perempuan lalu disuguhkan calon-calon perempuan, maka ada kecenderungan kaum perempuan untuk memilih perempuan," ujar Andi.

"Tapi pada dasarnya, saya melihat, saya dukung kalau Mbak Puan mau jadi calon presiden, bagus itu, memberikan pilihan bagi masyarakat kalau dua-tiga calon, bahkan empat, kemudian satunya perempuan, kan bagus," imbuhnya.

Selain itu, menurut Andi, PDIP saat Pilpres 2024 bisa mencalonkan presiden sendiri karena suaranya melampaui ambang batas pencapresan. Tanpa berkoalisi dengan partai lain, PDIP bisa mencalonkan Puan Maharani. "Apakah terpilih atau tidak, itu lain persoalan, karena pada tingkat pimpinan nasional, rakyat mau melihat ya itu tadi, kompetensi, kapasitas, kemampuan berempat kepada rakyat, bagaimana koneksinya kepada rakyat dan sebagainya," ucapnya.

Senada dengan Andi, juru bicara PKS M Kholid menyebut partainya tak alergi dengan pemimpin perempuan. PKS pun mendorong PDIP untuk segera mengumumkan Puan sebagai capres PDIP. "Jadi kalau kita melihat begini,kita melihatnya kan saat ini beberapa sudah pernah muncul, saya melihat surveinya Mas Kunto ini kayaknya Bang Masinton (PDIP) harus segera deklarasi Mbak Puan jadi capres nih kayaknya," ucap Kholid.

"KedaiKOPI sudah kasih skor yang bagus itu Bang Masinton. Jadi kalau PKS itu makin banyak poros semakin bagus," imbuhnya.

Sementara politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai apa yang dikerjakan dan didapat Puan Maharani saat ini bukan secara instan. Masinton melihat Puan tak hanya sebagai anak ideologis elite parpol, namun karena kemampuan memimpinnya. "Kalau ini kan kita bicara rekam jejak ya jadi melihat seorang pemimpin itu kan bukan apa yang dikatakan hari ini, apa yang dilakukan hari ini, tapi apa yang sudah pernah dilakukan kan itu. Sehingga kita bisa menguji dan melihat rekam jejak kepemimpinan itu dan melihat karakteristiknya dan apa yang pernah dilakukan," ujar Masinton.

Sebelumnya, lembaga survei KedaiKOPI merilis survei dengan tema 'Opini Publik Pada Pemimpin Perempuan'. Hasil survei KedaiKOPI menunjukkan elektabilitas Ketua DPP PDIP Puan Maharani paling tinggi di antara calon pemimpin 2024 dari kalangan perempuan.

Survei diselenggarakan pada 3-18 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia. Sebanyak 1.197 responden dipilih secara acak dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,89% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Hasilnya ditemukan bahwa penerimaan publik terhadap presiden perempuan mengalami peningkatan dari 34,2% pada bulan November 2021 menjadi 55,5% pada bulan Agustus 2022. Namun, penerimaan presiden perempuan masih lebih rendah dibanding penerimaan publik terhadap anggota legislatif perempuan (76%), bupati/walikota perempuan (70,8%), Gubernur perempuan (68%), dan wakil presiden perempuan (64,7%). "Ketika ditanyakan tentang permasalahan utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, 62,4% responden yakin bahwa presiden perempuan mampu mengatasi permasalahan tersebut," ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo dalam program Polemik MNC Trijaya, seperti dilansir detik.com, Sabtu (3/9).

Kunto menambahkan bahwa temuan ini menandakan perempuan dipersepsi memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah yang merupakan salah satu kualitas penting sebagai pemimpin sebuah negara. Survei ini juga menanyakan kualitas karakter yang dimiliki oleh pemimpin-pemimpin negara perempuan di dunia yang menurut UN Women lebih berhasil menangani Covid-19.

Responden mengatribusikan kompetensi (8,5%), teliti (7,5%), dan ulet atau telaten (7,2%) sebagai kualitas yang dimiliki pemimpin perempuan dalam memimpin negaranya keluar dari krisis Covid-19. Jika dibandingkan dengan jawaban mereka yang setuju pada kepemimpinan presiden perempuan, karakter yang menonjol adalah tegas dan berwibawa (25,3%), kebijakan pro-rakyat (20,5%), dan bijaksana (17,6%). *

Komentar