nusabali

Wabup Suiasa Soroti Aksi Kriminalitas di Kuta

  • www.nusabali.com-wabup-suiasa-soroti-aksi-kriminalitas-di-kuta

MANGUPURA, NusaBali
Mencuatnya sejumlah aksi kriminalitas seperti penjambretan dan pencurian di wilayah Kuta, menjadi perhatian Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

Sebab dinilai dapat merusak citra pariwisata Bali pada umumnya dan Badung khususnya. Wabup Suiasa mengaku sangat miris atas berbagai aksi kriminalitas marak terjadi di Kuta, seiring bertumbuhnya kunjungan di sektor pariwisata. Bahkan, kini mulai berani terang-terangan. Kejadian itu bukan hanya terjadi pada malam hari, tapi juga pada siang maupun sore hari. “Kami baru mau bangkit, baru tumbuh, ini sudah diwarnai hal semacam ini. Tentu menjadi sangat berat bagi kita di Badung. Saya harap kepolisian bisa membantu mengantisipasi hal ini, bersinergi dengan masyarakat dan OPD terkait di Kabupaten Badung,” harapnya saat menghadiri rapat konsolidasi di Kecamatan Kuta, Senin (28/8).

Menurut Wabup Suiasa, sebagai daerah yang dominan mengandalkan sektor pariwisata, langkah antisipasi terhadap risiko kerawanan pariwisata tentu harus dilakukan. Dia juga tidak menampik kalau masyarakat Kuta bersama para tokoh selama ini sudah melakukan upaya dalam menangani masalah tersebut.

Di sisi lain, seiring mulai menggeliatnya sektor pariwisata di Kuta, aktivitas pedagang dan jasa juga sudah mulai aktif mencari penghidupan. Namun, Wabup Suiasa mengaku menerima beberapa laporan terkait adanya perilaku oknum pedagang yang terkesan memaksa wisatawan untuk membeli dagangannya saat berkunjung ke Pantai Kuta. Bahkan sudah ada beberapa kasus wisatawan yang komplain. “Untuk itu saya juga telah meminta Dinas Pariwisata untuk melakukan pembinaan, serta mengajak semua pihak berperan dalam hal tersebut. Kejadian ini tidak elok, karena bsia mencederai upaya pemulihan pariwisata,” kata Wabup Suiasa.

Wabup asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini menambahkan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk bersama-sama dalam mengevaluasi pelaksanaan aktivitas kepariwisataan. Termasuk kesiapan masyarakat dalam menyikapi tumbuhnya pariwisata. Sebab pandemi yang terjadi dua tahun mengajarkan banyak pelajaran yang bisa dipetik. Semua pihak sudah tahu bagaimana sakitnya dampak yang ditimbulkan, sehingga hal semacam itu jangan sampai terulang lagi. *dar

Komentar