nusabali

Perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Buleleng, Dimeriahkan Pengibaran Bendera di Bawah Laut

  • www.nusabali.com-perayaan-hut-ke-77-kemerdekaan-ri-di-buleleng-dimeriahkan-pengibaran-bendera-di-bawah-laut

SINGARAJA, NusaBali
17 penyelam tampak sibuk menyetel tabung oksigen. Tidak berselang lama mereka menggendong dan memasang kait rompi yang sudah menyatu dengan tabung oksigen dan beberapa selang pendukungnya.

Sebagian juga terlihat sedikit sibuk membawa Bendera Merah Putih lanjut menuju tengah laut. Para penyelam itu mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Rabu (17/8) pukul 09.00 Wita. Semarak perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Pantai Penimbangan juga diikuti Satuan Polisi Air Udara (Satpol Airud) Polres Buleleng, Pos SAR Buleleng, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Batalyon Infanteri Raider 900/SBW, Jurusan Kelautan Undiksha, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP)  dan masyarakat setempat.

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut Penimbangan, ini memang rutin digelar Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan sejak digelorakan konservasi terumbu karang dan penangkaran telur penyu. Persiapan pengibaran bendera di bawah laut pun sudah dilakukan sejak beberapa jam sebelumnya. Kru penyelam sebelumnya sudah menyiapkan tiang bendera yang juga ditenggelamkan di dalam laut, 300 meter dari garis pantai.

Ketua Pokmaswas Pantai Penimbangan Jro Mangku Gede Wiadnyana mengatakan pengibaran bendera merah putih di bawah laut, merupakan luapan ekspresi dan kebanggaan ikut merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. “Pengibaran kami lakukan di kedalaman 10 meter dengan ukuran bendera 2x3 meter. Sore hari akan kami turunkan kembali benderanya sehingga tidak mengganggu ikan di laut,” ucap Wiadnyana.

Selain pengibaran bendera, 77 ekor tukik juga dilepas liarkan kembali ke laut. Tukik jenis lekang itu merupakan hasil konservasi telur penyu yang ditemukan di sekitar pantai Penimbangan. “Kegiatan konservasi ini memang tidak hanya hari ini kami lakukan. Dan setelah beberapa tahun berjalan, alam merespon dan hasilnya sudah membaik. Banyak ikan yang datang, penyu bertelur, bahkan ada hiu juga yang menandakan ekosistem sudah bagus,” imbuh dia.

Sejak April 2022, Pokmaswas Penimbangan mengamankan sejumlah sarang telur penyu. Selain puluhan tukik yang sudah menetas dan dilepas kembali masih ada 1.200 telur yang siap menetas. Seluruhnya dipastikan akan dilepas kembali ke tengah laut, yang dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan pemerintah dan perayaan hari-hari besar nasional.

Konservasi terumbu karang di Pantai Penimbangan juga diklaim Wiadnyana berhasil cukup baik. Kini hamparan terumbu karang di Penimbangan mencapai 23 hektare, baik yang tumbuh secara alami, maupun yang ditanam oleh Pokmaswas dan juga komunitas pecinta lingkungan. “Tantangannya hanya satu yakni komitmen. Apalagi posisi Penimbangan ini muara dari banyak sungai dan kali, sehingga tidak sedikit sampah yang bermuara disini. Kami bersama teman-teman rutin melakukan pembersihan sampah bawah laut setiap hari saat melakukan patroli,” tegas penggiat lingkungan asal Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini.

Aksi pelestarian lingkungan yang dilakukan bersama anggota kelompok dan instansi terkait lainnya yang memberikan dukungan, diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada bangsa. Yakni mengembalikan kelestarian dan kekayaan alam bawah laut dan ekosistem pendukungnya. “Mari lakukan hal kecil untuk Indonesia yang lebih baik, Merdeka,” pekiknya. *k23

Komentar