nusabali

Konten Kesehatan Medsos Harus Bersifat Inklusif

  • www.nusabali.com-konten-kesehatan-medsos-harus-bersifat-inklusif

DENPASAR, NusaBali
Media sosial (medsos) semakin penting dalam upaya menyampaikan komunikasi risiko kesehatan yang inklusif kepada masyarakat.

Hal ini di antaranya dirasakan ketika pandemi Covid-19 dan penyakit menular lain seperti rabies dan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Diperlukan komunikasi risiko kesehatan yang inklusif agar pesan-pesan yang disampaikan dapat menjangkau semua kalangan masyarakat, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Oleh sebab itu Dinas Kesehatan Provinsi Bali berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali menyelenggarakan Lokakarya Optimasi Media Sosial, Desain Grafis, dan Video Editing yang difasilitasi oleh Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (Australia Indonesia Health Security Partnership/AIHSP). Lokakarya yang diikuti oleh komponen Pemprov Bali dan pemkab/pemkot se-Bali ini dilaksanakan 19-21 Juli 2022, di Swiss-Belhotel International, Kuta, Badung.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom MKes, berharap pelatihan semacam ini akan membantu pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan sosialisasi risiko kesehatan kepada masyarakat Bali seperti misalnya isu rabies, stunting, PHBS, dan risiko-risiko lainnya yang bisa dihadapi semua kelompok masyarakat Bali di masa mendatang.

“Bagaimanapun kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Itu sebabnya kita perlu tahu bagaimana cara melakukan edukasi yang benar. Saya berharap pelatihan ini akan membantu menjawab cara sosialisasi yang aksesibel dan inklusif di era media sosial,” tegas dr Anom, Kamis (21/7).

Kepala Dinas Kominfos Bali Gede Pramana sangat mendukung kegiatan pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola media sosial dalam lingkup Provinsi Bali untuk melahirkan komunikasi risiko yang aksesibel dan inklusif bagi semua kelompok masyarakat di Bali.

Hadir sebagai narasumber antara lain Shafiq Pontoh selaku AIHSP Social Media Strategist, Mahalli dari Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya, dan sejumlah narasumber lainnya. *cr78

Komentar