nusabali

Diserbu Lalat, Warga Delod Berawah Protes Kandang Ayam

  • www.nusabali.com-diserbu-lalat-warga-delod-berawah-protes-kandang-ayam

Sejumlah pedagang kecil di Desa Delod Berawah dan Desa Yeh Kuning kehilangan pelanggan karena warungnya diserbu lalat.

NEGARA, NusaBali
Puluhan warga Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, mendatangi kantor desa setempat, Jumat (7/4). Mereka sampaikan keluhan sekaligus protes usaha ternak ayam di Banjar Tunjung Dauh Marga. Tiga kandang ayam di Banjar Tunjung Dauh Marga diduga penyebab perkampungan diserbu lalat. Serbuan lalat juga sampai ke desa tetangga, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana.

Kedatangan sekitar 30 warga diterima langsung Perbekel Desa Delod Berawah, Made Rentana. Turut mendampingi perbekel, Bendesa Adat Delod Berawah I Nengah Miladana, Danramil 1617-02/Mendoyo Lettu Inf Zainul Ikhsan serta anggota Bhabinkamtimbas dan Bhabinsa. Pada pertemuan itu, warga mendesak perbekel menindak peternak ayam agar peduli lingkungan. Ini merupakan protes kedua kalinya yang disampaikan warga ke kantor desa.

Perwakilan warga, Haji Ahmadi, mengaku sangat resah dengan gangguan lalat yang bersumber dari tiga kandang ayam di Banjar Tunjung Dauh Marga. Ahmadi menegaskan, tidak ada niat melarang masyarakat berusaha dengan beternak ayam, tetapi peternak diminta peduli lingkungan. Sebab pengelolaan kandang yang kurang sehat menyebabkan warga diserbu lalat dan mengancam kesehatan. “Jangan sampai usaha itu mengganggu warga,” tandas Ahmadi.

Warga lainnya menambahkan, selain warga Desa Delod Berawah, warga di Desa Yeh Kuning juga kena imbas serbuan lalat. Warga menduga sanitasi pada kandang berkapasitas 3.000 ekor ayam per kandang itu tidak bagus. Sejumlah warga yang buka warung kelontong mengaku kehilangan pembeli. Sebab dagangan mereka terlihat kotor karena dihinggapi lalat dalam jumlah banyak. “Kami minta tidak ada lagi gangguan lalat karena dampaknya sangat luas,” imbuhnya.

Sementara Perebekel Desa Delod Berawah, Made Rentana, tidak menampik keluhan warga terhadap kandang ayam di Banjar Tunjung Dauh Marga. Rentana mengaku sudah berikan peringatan kepada pemilik kandang ketika warga sampaikan protes, setahun lalu. Mengingat ada keluhan lagi, Rentana memutuskan memanggil para pemilik kadang ke Kantor Desa Delod Berawah, Selasa (11/4) nanti. Mereka diminta tanggungjawab serta solusi untuk mengatasi lalat yang ditimbulkan dari usaha ternak ayam itu.  

Sedangkan Bendesa Desa Delod Berawah, Miladana mengharapkan warga penyanding dapat bersabar dan tidak sampai berbuat anarkis. “Permasalahan ini akan diselesaikan secepatnya agar ada solusi mengatasi dampak kandang ayam,” ujarnya. Ia mengharapkan, dengan rencana pemanggilan para pemilik kandang, mereka ada upaya mengatasi lalat yang ditimbulkan dari usahanya.

Salah seorang peternak ayam, Made Werken memaklumi keluhan warga tersebut. Ia mengaku terlambat panen sehingga terlambat pula bersihkan kandang yang memicu timbulnya lalat. Dia berdalih selalu bersihkan kandang pasca panen “Saya selalu rutin bersihkan kandang setelah panen,” tegasnya. * ode

Komentar