nusabali

Kain Tenun Pegringsingan, Sempat Sepi Kini Bergairah Kembali

  • www.nusabali.com-kain-tenun-pegringsingan-sempat-sepi-kini-bergairah-kembali

DENPASAR,NusaBali
Salah satu kain tenun tradisional Bali adalah kain tenun Pegringsingan atau kain gringsing.

Kain tenun ini dikerjakan perajin tenun di Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem. Sempat merosot di kala pandemi, kini penjualan kain gringsing meningkat kembali.

"Dulu sebulan paling dapat jualan Rp 10 juta. Sekarang astungkara meningkat, bisa sampai Rp 25 juta sebulan," ujar Kadek Suasti, seorang pelaku UMKM yang menjual produk tekstil, diantaranya kain gringsing.

Harga perlembar kain gringsing antara Rp 1,2 juta sampai Rp 6 juta. "Tergantung ukurannya ," ujarnya saat ditemui di arena Musprov -10 Apindo Bali di Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, Selasa(5/7).

Pecinta  kain gringsing tidak  saja warga lokal (Bali), namun juga  warga luar termasuk wisatawan. Motif yang yang unik, warna yang alami  dan proses menenun  secara tradisional merupakan daya tarik kain gringsing.

"Karenanya wisman yang juga tertarik. Karena suka prosesnya," ungkap Kadek Suasti yang asal Kota Amlapura, Karangasem.

Selain untuk busana adat, kain gringsing juga dimodifikasi jadi asesori, antara lain tas. "Ini mengantisipasi trend pasar," ucap Kadek Suasti. *K17

Komentar