nusabali

Perkelahian Maut di Pegayaman, 2 Tewas

Polisi Temukan Klewang di TKP

  • www.nusabali.com-perkelahian-maut-di-pegayaman-2-tewas

Diduga peristiwa itu terjadi, karena komplotan Salman menganggap Vauzi sebagai mata-mata dan membocorkan keberadaan komplotannya ke polisi.

SINGARAJA, NusaBali

Peristiwa berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng pada, Minggu (3/7) malam pukul 23.00 Wita. Empat orang warga setempat terlibat perkelahian maut hingga dua di antaranya tewas dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam pada sekujur tubuh. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Sukasada.

Dua orang yang tewas dalam insiden tersebut, yakni Ketut Vauzi,39, dan Edi Salman,31. Informasi yang diterima, kejadian ini berawal dari korban Vauzi dan istrinya Siti Akrimah,29, sedang tidur di rumahnya. Tiba-tiba saat itu, terdengar suara orang memanggil Vauzi dari luar rumah mereka. Saksi Siti Akrimah pun kemudian membangunkan suaminya Vauzi.

Karena situasi malam dan gelap, Siti hanya mengenali yang memanggil suaminya dari suaranya, yakni Edi Salman dan dua orang yang bernama Jakar dan Nu'ur. Vauzi pun keluar rumah menemui komplotan Edi dan kawan-kawan. Entah apa yang diributkan, sempat terjadi adu mulut antara keempatnya hingga berujung perkelahian.

Mendengar adanya suara keributan dan juga perkelahian, saksi Siti berteriak meminta tolong warga. Warga yang mendengar teriakan saksi, langsung mendatangi rumah Vauzi. Dua orang rekan Edi Salman, yakni Jakar dan Nu'ur pun langsung melarikan diri. Sedangkan Vauzi dan Edi Salman sudah tergeletak bersimbah darah di lantai depan rumahnya.

Warga langsung membawa Vauzi menuju ke RSUD Buleleng. Sementara Salman yang saat itu sudah meninggal dunia masih tergeletak di lantai kemudian dievakuasi ke RSUD Buleleng dengan ambulans PMI Buleleng. Anggota Polsek Sukasada yang menerima laporan malam itu langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

FOTO: TKP perkelahian maut .-IST

Saat itu, polisi mendapati Salman dalam keadaan meninggal dengan luka robek di betis kaki kanan dan kepala bagian belakang. Sedangkan Vauzi dinyatakan telah meninggal saat dicek di RSUD Buleleng dengan luka pada tangan kiri, dada kanan, punggung kanan dan kepala. Usai dilakukan pemeriksaan, jasad keduanya langsung dipulangkan dari RS ke Desa Pegayaman dan dikubur.

Perbekel Pegayaman, Asghar Ali saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan terjadi peristiwa berdarah di desanya. Hanya saja Asghar enggan berbicara terkait kejadian ini. Dia mengaku belum mengetahui penyebab peristiwa itu. "Saya masih di Jawa dan belum mengetahui penyebab kejadian pasti. Silakan tanyakan kasusnya ke Polsek," kata Asghar.

Sementara Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan ada dua korban tewas dalam insiden di Desa Pegayaman. Diduga peristiwa itu terjadi, karena komplotan Salman ini menganggap bahwa Vauzi sebagai mata-mata dan membocorkan keberadaan Salman dan kawan-kawan setelah melakukan aksi kriminal pencurian sepeda motor di Jalur Gitgit, beberapa waktu lalu.

Menurut Kompol Agus Dwi, Salman dan dua temannya tersebut merupakan komplotan pelaku pencurian sepeda motor yang sempat beraksi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar KM 16, wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada 28 Mei 2022 lalu. Pada 30 Juni, petugas Polsek Sukasada sempat menggerebek ketiga orang komplotan tersebut di rumahnya, namun mereka berhasil kabur.

Saat melakukan penggerebekan, polisi sempat memberikan tembakan peringatan dan mengenai Salman. "Memang saat itu anggota kami sempat melepaskan tembakan peringatan, namun mereka kabur. Selongsong peluru itu oleh mereka kemudian dibawa kepada Vauzi yang dituduh telah membocorkan keberadaan mereka kepada polisi," ujar Kompol Agus Dwi.

Kompol Agus Dwi menyebutkan, selama ini Vauzi memang sering memberikan nasihat kepada ketiga orang yang mendatangi rumahnya sebelum dia terbunuh agar menghentikan semua perbuatan kriminal yang selama ini mereka lakukan.

Menurut Kompol Agus Dwi, korban Vauzi merupakan residivis dan sempat menjadi pelaku kriminal namun sudah selesai. Kompol Agus Dwi menambahkan, menurut penuturan warga sekitar, komplotan Salman ini kerap membuat onar di desanya terutama mencuri di rumah warga Desa Pegayaman maupun di luar wilayah desa. Sedangkan dua orang lainnya yang kabur saat ini masih dilakukan pengejaran. Peran kedua orang tersebut masih belum diketahui.

"Sepertinya kelompok ES (Edi Salman) ini tidak terima dan bermaksud membuat perhitungan berujung nyawa keduanya tewas. Jadi dari keterangan Kepala Dusun dan warga sekitar mengaku kalau dia kerap berbuat onar termasuk juga mencuri tapi warga enggan lapor. Posisi Vauzi ini yang mengingatkan mereka sehingga terjadi peristiwa itu," jelas Kompol Agus Dwi.

Kompol Agus Dwi mengatakan, kasus perkelahian maut ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya belum bisa memastikan jenis senjata yang mengakibatkan keduanya tewas. Namun, dari hasil olah TKP sementara, polisi menemukan sejumlah senjata tajam berupa parang atau klewang. Namun pihaknya belum bisa memastikan pemilik senjata tersebut. "Siapa pemilik dan yang membawa senjata itu kami belum tahu karena kejadiannya baru semalam. Kami masih lakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap dua orang yang kabur. Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti," pungkas Kompol Agus Dwi. *mz

Komentar