nusabali

Cabai Merah Mahal, Cabai Hijau Jadi Alternatif

  • www.nusabali.com-cabai-merah-mahal-cabai-hijau-jadi-alternatif

SEMARAPURA, NusaBali.com – Tren harga cabai masih belum menunjukkan grafik penurunan sejak mengalami lonjakan bulan Mei lalu. Pasokan yang tak banyak menjadi penyebab komoditas ini menjulang tinggi.

Seperti terpantau di Pasar Galiran, Klungkung, Bali yang mencapai Rp 80.000 per kilogram pada Jumat (1/7/2022).  “Harga cabai kemarin Rp 75.000, sekarang Rp  80.000,” kata Ketut Widi, salah satu pedagang bahan pokok di Galiran.

Widi menuturkan mahalnya harga cabai ini diduga karena karena terbatasnya pasokan dari petani. “Harganya naik, karena tidak ada barang. Kalau ada barang, harganya turun.” paparnya. Kelangkaan cabai merah juga sudah terjadi semenjak hari Raya Kuningan pada Sabtu (18/6/2022) lalu.

Selain faktor produksi, Widi juga menyebutkan kelangkaan terjadi akibat petani gagal panen karena cuaca yang kurang bagus. Wanita paruh baya tersebut mengaku menerima cabai busuk alias BS dari salah satu petani. “Kemarin saya dibawain cabai busuk. Kasihan,” papar pedagang asal Banjar Lebah, Semarapura Klod Kangin, Klungkung ini.

Kenaikan harga cabai juga akan terjadi jika ada rahinan atau upacara agama di Bali karena petani akan lebih fokus untuk mempersiapkan sarana prasarana upacara agama dibandingkan dengan pergi ke sawah. 

Harga cabai pun juga bervariatif tergantung pada jenisnya. Untuk cabai ijo (hijau), harga mencapai Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabai bontok yang masih berwarna hijau (belum matang) harga di kisaran Rp 42.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.

Mahalnya harga cabai juga membuat pedagang mengalami kerugian. Pasalnya, tidak semua orang akan membeli cabai terlalu banyak. Sehingga pasokan cabai akan menumpuk dan tak jarang rusak karena membusuk.  “Yang ini, sudah tidak ada beli, rugi saya,” tutur Ketut Widi sambil menunjuk cabai bontok hijau yang sudah sedikit membusuk.

Sementara itu seorang pembeli, Ni Nengah Sudiarti, mengatakan dirinya hanya membeli cabai bontok ijo seharga Rp 10.000 di warung kelontong. “Harga cabai mahal, saya tidak berani beli yang warna merah karena harganya juga lebih mahal. Saya juga beli yang hijau karna lebih murah dan lebih banyak dapatnya,” ungkap Sudiarti.

Pedagang memprediksi kenaikan harga cabai akan terus terjadi seiring meningkatnya kebutuhan warga menjelang Hari Raya Idul Adha maupun hari raya keagamaan umat Hindu lainnya. *pda





Komentar