nusabali

Pelamar Membludak, SMPN 2 Gerokgak Overload

  • www.nusabali.com-pelamar-membludak-smpn-2-gerokgak-overload

Pendaftaran jalur zonasi sudah melampaui kapasitas. Belum lagi tiga jalur pendaftaran lainnya yang masih dan akan dibuka.

SINGARAJA, NusaBali

SMPN 2 Gerokgak yang berlokasi di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng kembali mengalami overload. Sebanyak 444 orang calon siswa sudah mendaftarkan diri melalui jalur zonasi. Jumlah pelamar PPDB (Penerimaan Siswa Didik Baru) sudah melampaui kapasitas sekolah sebesar 332 siswa.

Kepala SMPN 2 Gerokgak I Putu Swarjana dihubungi Kamis (23/6) kemarin mengatakan, ratusan calon siswa yang sudah mendaftarkan diri baru dari jalur zonasi yang dibuka dari Senin (20/6) sampai Kamis (23/6). Swarjana pun tidak menampik kondisi sekolah yang overload terjadi beberapa tahun terakhir.

Sejauh ini SMPN 2 Gerokgak menampung lulusan dari 11 sekolah di Desa Pemuteran, Desa Pejarakan dan Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Selain juga pelamar dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada di zonanya.

“Output SD negeri di zonasi kami 495 orang. Sedangkan kuota kami dengan standar 11 rombel masing-masing 32 orang siswa, hanya 332 orang. Tetapi selama ini kebijakan dinas karena kondisi membludaknya siswa, ada kelonggaran tambahan rombel,” ungkap Swarjana.

Sehingga dari total 32 rombel di semua tingkat, rata-rata diisi oleh 39-40 orang siswa. Kondisi tersebut  membuat SMPN 2 Gerokgak tahun lalu membangun satu ruang kelas darurat hanya disekat dengan triplek, agar semua siswa dapat belajar dalam kelas.

Beruntung dari segi Sumber Daya manusia (SDM) guru dan tenaga kependidikan sudah mencukupi. SMPN 2 Gerokgak juga kebagian 30 orang guru PNS baru baik dari jalur CPNS maupun PPPK. Sedangkan kekurangan guru lainnya ditutupi dengan guru honorer.

Kondisi sekolah ini hampir setiap tahun didiskusikan dengan Disdikpora untuk mencarikan solusi. Sementara ini, Disdikpora memberikan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB). “Kami bisa punya 32 rombel karena bantuan RKB dari Disdikpora. Untuk ruang kelas darurat juga sudah kami ajukan tahun lalu untuk RKB. Namun untuk solusi jangka panjang memang harus dibuatkan sekolah baru untuk memecah lulusan SD di zona ini,” jelas Swarjaya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika dikonfirmasi terpisah, tidak menampik masalah SMPN 2 Sekolah sebagai sekolah padat memang sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Namun solusi tahun ini baru dapat dipastikan setelah pendaftaran ulang.

Menurut Astika upaya pembangunan sekolah baru untuk memecah lulusan di zona SMPN 2 Gerokgak memerlukan kajian teknis yang matang. Selain juga ketersediaan anggaran dan lahan milik pemerintah yang dapat dibangun sekolah.

“Pembangunan sekolah baru masih perlu kajian matang dan memerlukan persiapan lahan dan anggaran yang lumayan juga. Segera akan dikoordinasikan setelah ada kepastian jumlah siswa,” tegas Astika. *k23

Komentar