nusabali

Warga Diresahkan Aksi Begal Paha

Dua Hari Beruntun Sasar Perempuan Pengendara Motor di Jembrana

  • www.nusabali.com-warga-diresahkan-aksi-begal-paha

Saat memelankan laju motor, korban dipepet dua orang laki-laki  yang naik motor lalu tanpa basa-basi meraba paha korban dan langsung tancap gas.

NEGARA, NusaBali
Aksi pelecehan terhadap perempuan di jalanan resahkan warga di Kabupaten Jembrana.  Dalam dua hari beruntun, ada dua orang perempuan muda jadi korban begal paha di dua tempat berbeda, yakni pada Rabu (25/5) malam dan Kamis (26/5) malam.

Informasi yang dihimpun NusaBali, Jumat (27/5) kejadian pertama menimpa LP,21, dari Desa Air Kuning, Kecamatan/Kabupaten Jembrana di jalan pedesaan wilayah Desa Perancak, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Rabu (25/5) pukul 21.30 Wita. Sementara kejadian kedua menimpa NPYA,25, dari Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis (26/5) pukul 19.40 Wita.

Dari penuturan korban LP,21, aksi pelecehan yang dialaminya pada Rabu malam itu terjadi ketika dirinya dalam perjalanan pulang seusai berolahraga di salah satu tempat gym (pusat kebugaran) di Kota Negara. Saat perjalanan itu, LP yang mengendarai sepeda motor seorang diri merasa diikuti pengendara motor saat melintasi jembatan dekat Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) atau Seacom Perancak.

Sesampai di perempatan jalan pedesaan di Desa Perancak, LP yang hendak belok ke kiri atau ke arah timur menuju Desa Air Kuning, memelankan laju motornya. Ketika memelankan laju motornya itu, korban tiba-tiba dipepet dua orang laki-laki yang berboncengan membawa motor. Tanpa basa-basi, kedua laki-laki itu meraba pahanya dan langsung tancap gas ke arah timur. "Motornya tidak begitu jelas. Cuman saya sempat perhatian yang dibonceng. Karena pas kejadian itu, dia (laki-laki yang dibonceng) juga sempat tertawa sambil melihat saya," ucap LP.

Ketika mengalami aksi begal paha itu, LP mengaku berusaha mengejar pelaku yang juga menuju ke timur. Namun jarak dirinya dengan pelaku sudah sangat jauh. Dia pun tidak dapat melihat begitu jelas jenis motor pelaku karena di sekitar lokasi minim lampu penerangan jalan.

Sementara untuk kejadian begal paha yang dialami korban NPYA,25, di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Penyaringan pada, Kamis malam juga terjadi saat korban dalam perjalanan pulang. Tepatnya, NPYA yang membuka jasa salon kecantikan ini pulang seusai melakukan layanan home care kecantikan ke Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.

Saat perjalanan pulang itu, NPYA sudah merasa dibuntuti seorang laki-laki dengan membawa motor saat melintasi simpang tiga patung kuda di Desa Penyaringan.

Namun korban yang sama sekali tidak menaruh curiga akan terjadi sesuatu, tetap berusaha melaju pelan. Kemudian sesampai di jalan yang cukup sepi di depan Gudang Bulog, Desa Penyaringan, korban tiba-tiba dipepet pelaku dan seketika meraba pahanya. Kaget dengan tindakan pelaku tersebut, korban pun memelankan laju motornya, dan sempat berusaha mengejar pelaku. Tetapi saat berusaha dikejar, pelaku yang ada di depan justru kembali memepet korban dan meremas pantat korban. Saat kembali dilecehkan itu, korban yang dikagetkan tindakan pelaku hampir terjatuh jatuh.

"Sampai hampir jatuh. Karena takut, saya langsung berhenti," ujar NPYA.

Setelah melakukan tindakan asusila tersebut, NPYA melihat pelaku kabur ke arah utara di pertigaan yang berada di timur lokasi kejadian. NPYA sendiri mengingat bahwa motor yang dibawa pelaku itu adalah jenis motor Honda Vario warna putih. Kemudian untuk pelakunya laki-laki yang diduga masih usia remaja dengan memakai baju warna putih.

NPYA mengaku trauma dengan kejadian yang dialaminya itu. Dia pun mengaku heran dengan tindakan pelaku tersebut. Mengingat saat kejadian itu tidak sedang menggunakan pakaian yang seksi. Namun dirinya memakai jaket, celana panjang, masker, termasuk memakai sarung tangan. "Sepertinya sering ada kejadian begitu. Mudah-mudahan saja nanti pelakunya bisa segera tertangkap," ujar NPYA.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, saat dikonfirmasi, Jumat kemarin mengatakan belum ada laporan resmi ke pihak Kepolisian terkait aksi pelecehan di jalan tersebut. Namun dari jajarannya sedang berusaha melakukan penyelidikan. Untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya agar terus menggalakkan patroli.

Khususnya Patroli 'Rahayu' (kendaraan cahaya biru) yang menjadi salah satu programnya untuk mengantisipasi kejahatan. "Patroli 'Rahayu' akan terus kita galakan. Baik saat pagi maupun malam hari. Kita galakkan patroli untuk bisa mengurangi kesempatan-kesempatan pelaku kejahatan," ucap AKBP Juliana. AKBP Juliana berharap kepada masyarakat untuk memberikan informasi kepada aparat keamanan ketika terjadi tindakan-tindakan kejahatan. Informasi itu penting untuk memetakan tempat-tempat rawan yang perlu diantisipasi pihak kepolisian bersama masyarakat. *ode

Komentar