nusabali

PKB 2022 Digelar Bersamaan Jantra Tradisi Bali dan BWCC

  • www.nusabali.com-pkb-2022-digelar-bersamaan-jantra-tradisi-bali-dan-bwcc

DENPASAR, NusaBali
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 tahun 2022 akan diselenggarakan pada 12 Juni hingga 10 Juli 2022.

Untuk tahun ini, ajang tahunan tersebut akan digelar bersamaan dengan dua agenda kebudayaan lainnya, yakni Jantra Tradisi Bali II dan Bali World Culture Celebration (BWCC) atau Perayaan Kebudayaan Dunia di Bali.

Jantra Tradisi Bali 2022 akan berlangsung 12 Juni hingga 11 Juli 2022, sementara BWCC digelar lebih singkat 12-25 Juni 2022. Ketiga gelaran ini akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar, Minggu (12/6) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, menuturkan digelarnya Jantra Tradisi Bali untuk mengakomodasi seni dan budaya yang tidak bisa ditampung pada gelaran PKB. "Selama ini PKB tidak bisa memberikan ruang kepada kegiatan tradisi, pengetahuan tradisional, permainan tradisional," ujar Arya Sugiartha, Selasa (10/5).

Mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini menjelaskan Jantra Tradisi Bali memiliki tema yang sama dengan PKB 2022, yakni Danu Kerthi: Huluning Amreta (Memuliakan Air sebagai Sumber Kehidupan). Kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya ini akan diisi berbagai gelaran seperti demonstrasi permainan rakyat dan kearifan lokal, lomba permainan tradisional dan pembuatan obat tradisional, hingga sarasehan terkait pengetahuan tradisional Bali.

"Jantra Tradisi Bali merupakan kegiatan apresiasi budaya untuk penguatan dan pemajuan kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pengobatan tradisional, permainan rakyat, serta olahraga tradisional," terang Birokrat asal Desa Pujungan, Desa Pupuan, Tabanan ini. Sementara itu Bali World Culture Celebration (BWCC) yang bertema Danu Kerthi Resilience and Harmony (Kebertahanan dan Harmoni) akan banyak memberi kesempatan kepada para seniman mancanegara untuk tampil memainkan kesenian Bali seperti gamelan dan tarian.

Juga akan ada dialog budaya mengundang narasumber asing untuk membahas berbagai topik budaya Bali. BWCC merupakan kegiatan apresiasi budaya dalam upaya mewujudkan Bali sebagai pusat kebudayaan dunia. Kebesaran dan kemegahan kebudayaan Bali kini telah mendapat pengakuan dunia sehingga melalui pintu kebudayaan daya saing Bali dan Indonesia dapat dipertaruhkan.

"Kita rangkai dulu dengan PKB karena di bulan Juni-Juli anak sekolah libur, jadi lebih leluasa mengikuti. Ke depan kalau sudah mandiri bisa sendiri-sendiri, sekarang ini kita jadikan satu dulu supaya euforia PKB juga bisa mempengaruhi," sebut Arya Sugiartha. Materi pokok PKB meliputi Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni).

Adapun 16.150 orang seniman dan 200 sekaa akan terlibat di dalamnya. Kadisbud Arya Sugiartha mengungkapkan, biaya PKB tahun ini dianggarkan sebesar Rp 5 miliar atau meningkat dari PKB tahun lalu sebesar Rp 3,5 miliar. Biaya tersebut termasuk untuk pembangunan panggung pada saat pawai dan perbaikan sarana prasarana venue yang rusak karena selama pandemi praktis jarang digunakan.

Pawai pembukaan PKB akan berlangsung di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali pada 12 Juni 2022 pukul 14.00 Wita-16.30 Wita. Pawai dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster ditandai dengan pemukulan Gong Beri disambut dengan kebyar Gong Gede dan Semar Pagulingan. Peserta pawai sebanyak 25 grup dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, Lembaga Pendidikan, Instansi Pusat dan Daerah, BUMN/BUMD, dan Komunitas/Yayasan seni. Para peserta pawai ini sebagai partisipasi murni dan memakai biayai sendiri. Sementara Presiden Jokowi direncanakan membuka PKB di Panggung Terbuka Ardha Candra. Acara pembukaan diisi Tari Baris Anak-anak Bandana Manggala Yudha. Selain itu, Rekasadana Sendratari berjudul Catur Kumba Mahosadhi yang mengangkat kisah Ratu Ayu Mas Membah, garapan kolaborasi ISI Denpasar dengan Sanggar Seni Usadhi Langu.

"Walau dilaksanakan secara langsung, tetapi pembatasan pengunjung masih berlaku. Selain undangan sebanyak 300 orang, penonton yang bisa masuk maksimal 4.000 orang dari 8. 000 kapasitas panggung," ujarnya. *cr78

Komentar