nusabali

Isu Penculikan Anak Resahkan Warga

  • www.nusabali.com-isu-penculikan-anak-resahkan-warga

Isu penculikan anak-anak yang berkembang belakangan ini makin meresahkan warga di Klungkung.

SEMARAPURA, NusaBali

Pemicunya di antaranya postingan informasi di media sosial (medsos) tentang peculikan anak. Terlebih berisi gambar dan video kalau organ tubuh anak yang diculik itu diperjual-belikan.

Keresahan para orangtua lebih dirasakan karena memiliki anak masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Akibat isu terebut mereka merasa lebih was-was untuk mengawasi anak-anaknya saat berangkat maupun pulang sekolah. Seperti yang diposting oleh seorang warga Klungkung atas akun Devi Hoppus, Selasa (14/3) pagi. Betuliskan “Mohon bagi pemerintah klungkung confirmasi nya tentang penculikan anak ,, kami sangat" resah dengan ada nya penculikan anak yg sangat semarak. Trutama kami kaum ibu yg mempunyai anak" kecil,, kami sangat takut dan sangat resah,” ujarnya.

Postingan tersebut mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen. Di antaranya akun atas nama Nengah Wirata “Resah dan gelisah anak tyang semua masih anak anak semoga pelaku segera di tangkapppp, Klungkung Aman,” katanya. Dalam kesempatan itu, akun atas nama Susastera Mania, mencoba meluruskan, kata dia jika isu itu benar ada penculikan untuk dicari organ tubuhnya.

Maka yang mampu melakukan hanya dokter spesialis tertentu dengan kemampuan khusus dan dengan fasilitas/peralatan canggih di rumah sakit. “Jadi kalau menurut saya apabila ada pernyataan dari Kepolisian atau media resmi memberitakan baru pantas dipercaya. Kalau cuma medsos...fb yg share...kalau saya pribadi anggap itu hoak aja,” ujarnya.

Adanya kerasahan di masyarakat terhadap isu penculikan anak, Polres Klungkung dan Polsek jajaran tak tinggal diam. Mereka juga memperketat pengamanan dengan mengerahkan petugas bersenjata laras panjang, terutama di sejumlah titik strategis salah satunya di areal sekolah. Namun sejauh ini petugas belum menerima laporan secara resmi dari warga terhadap isu tersebut. “Kalau informasi terkait isu tersebut memang sempat beredar, setelah kami telusuri ke lapangan juga belum jelas kebenarannya. Termasuk yang melapor secara resmi ke petugas juga tidak ada,” ujar Kapolsek Dawan AKP I Kadek Suadnyana, kepada NusaBali.

Pihaknya juga sudah menggandeng kepada warga maupun para pecalang, khsusunya di wilayah Kecamatan Dawan untuk turut serta melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP Arendra Wahyudi mengatakan informasi-informasi yang merebak di media social itu kebanyakan hoax. Langkah antisipasi dan menjaga keamanannya, pihaknya sudah mengerahkan pasukan kepolisian di seluruh sekolah untuk melakukan penjagaan dan menginfokan sekolah tetap menjaga keamanan siswa, utamanya saat pulang sekolah.

Supaya terhindar dari penculikan, Kapolres memberikan tips, yaitu tidak menerima ajakan orang yang tidak dikenal. Jika terlambat tunggu di halaman sekolah, sekolah harus menghubungi orangtua siswa yang dipercaya jika lambat dijemput. “Jika ada ajakan paksa harus berani teriak ‘tidak’ dan melapor kepada orang dekat dan lapor ke polisi,” katanya.

Kendati demikian pihaknya tetap mengimbau kepada masyrakat untuk tetap waspada dengan mengawasi anak-anaknya. Bahkan pihaknya juga menggandeng para guru sekolah untuk mewaspadai kemungkinan adanya peristiwa ini.

Sementara itu, seorang warga di Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung, Putu Budi mengaku resah dengan isu tersebut. Oleh sebab itu Budi menjemput anaknya lebih awal di sekolah. *wa

Komentar