nusabali

Tiga Desa Wisata Diusulkan Dikunjungi Delegasi KTT G20

  • www.nusabali.com-tiga-desa-wisata-diusulkan-dikunjungi-delegasi-ktt-g20

SINGARAJA, NusaBali
Sebanyak tiga desa wisata di Buleleng, diusulkan menjadi lokasi kunjungan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali, yang rencananya digelar pada November mendatang.

Tiga desa wisata tersebut yakni Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, dan Desa Sudaji, Kecamatan Sawan. Masing-masing desa wisata tersebut, memiliki potensi dan keunggulan tersendiri. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengungkapkan, mulanya ada 31 desa wisata di Buleleng yang diusulkan menjadi lokasi kunjungan delegasi KTT G20 Bali. Dari kurasi yang dilakukan pihak Provinsi, hasilnya ada 11 desa wisata se-Bali yang diusulkan ke komite penyelenggara G20. Dari 11 desa wisata yang diusulkan itu, tiga di antaranya dari Buleleng.

Pihaknya mengaku belum menerima konfirmasi lebih lanjut terkait kepastian tiga desa wisata tersebut akan menjadi lokasi kunjungan delegasi KTT G20. "Komite penyelenggara yang nantinya akan melakukan penilaian kelayakannya. Termasuk mengatur skema untuk menentukan apakah 11 desa wisata se-Bali ini akan diplot untuk bisa dikunjungi atau tidak," kata Dody, Jumat (22/4).

Dody menambahkan, tim penyelenggara KTT G20, belum melakukan survei lapangan di tiga desa wisata di Buleleng yang diusulkan. Kendati demikian, pihak Dinas Pariwisata tetap melakukan persiapan bersama kelompok desa wisata. Seperti sarana dan prasarana protokol kesehatan CHSE, hingga verifikasi keamanan dan kebersihan. Agar nantinya memenuhi persyaratan kunjungan delegasi.

Menurut Dody, diusulkannya tiga desa wisata di Buleleng sebagai lokasi kunjungan delegasi KTT G20 bukan tanpa alasan. Masing-masing desa wisata tersebut, memiliki potensi dan keunggulan tersendiri. Desa Munduk misalnya, menawarkan wisata alam perbukitan serta kaya akan budaya dan atraksi kesenian tradisional seperti gangsing.

"Desa Munduk dari zaman kolonial sudah menjadi tempat peristirahatan tamu-tamu Eropa di era kolonial. Kemudian ada beberapa bangunan peninggalan sejarah. Sebagai destinasi kunjungan, Desa Munduk juga memiliki wisata alam air terjun dan kebun kopi yang terkenal," jelas Dody.

Sementara Desa Sambangan yang merupakan desa agraris juga kaya akan wisata alam. Desa Sambanan juga memiliki tiga wisata  air terjun, terasering, jalur treking ATV hingga bersepeda. Menurut Dodi, hal itu tentunya menunjang wisata alam dan menawarkan pengalaman berpetualang yang cukup bagus.

"Kemudian di Desa Sudaji, wisata di sana sudah berkembang dari era Orde Baru. Ada banyak destinasi wisata edukasi pertanian, hutan desa, serta kekayaan adat dan tradisi. Kemudian aktivitas wisata outdoor seperti panjat tebing, treking, hingga yoga di alam terbuka," beber Dody yang juga mantan Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng ini.

Menurut Dody, jika tiga desa wisata di Buleleng tersebut dipilih menjadi lokasi kunjungan delegasi KTT G20, akan sekaligus menjadi ajang promosi wisata di Bali Utara. "Jika hasil penilaian dari komite tiga desa ini layak dikunjungi, itu akan menimbulkan efek yang positif. Buleleng akan semakin dikenal dan populer di kalangan wisatawan mancanegara," imbuh Dodi.

"Delegasi nanti akan mengetahui bahwa di Bali Utara dengan topografi Nyegara Gunung, ada wisata yang berbeda dengan Bali Selatan. Inibakan menyebar luas di mancanegara. Ke depan kami harapkan bisa mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Bulekeng. Suguhan berbeda itu menjadi nilai lebih dalam daya saing pariwisata," jelasnya.

Selain sebagai ajang promosi, Dodi berharap, diusulkannya tiga desa wisata ini bisa menjadi memicu desa wisata lainnya di Buleleng untuk 'jengah'.  "Ini akan memotivasi desa wisata lain untuk terpacu berbenah dan menghadirkan inovasi dan berkompetisi secara sehat untuk memajukan desa wisatanya masing-masing," tutup Dody.  *mz

Komentar