nusabali

Upaya Sakala dan Niskala Dipersiapkan Basmi Hama Tikus

Darurat 'Jro Ketut' di Subak Sidang Rapuh, Marga Dauh Puri

  • www.nusabali.com-upaya-sakala-dan-niskala-dipersiapkan-basmi-hama-tikus

TABANAN, NusaBali
Sebanyak 90 hektare luasan persawahan di Subak Sidang Rapuh, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, mengalami serangan ‘Jro Ketut’  alias hama tikus.

Upaya penanganan pun dilakukan dengan berbagai cara, mulai cara sakala hingga niskala. Dan berdasarkan paruman pakaseh bersama prajuru subak dari enam tempekan (kelompok), Minggu (10/4) sore, disepakati untuk ngropyok, membersihkan lahan dan menutup sarang bikul atau tikus.

Upaya sakala  yakni ngroprok sarang tikus, dilakukan setelah  semua krama subak panen atau panen sudah rampung seluruhnya, sehingga semua sawah dalam kondisi kosong, tidak ada lagi tanaman padi. “Meskipun tanaman padi rusak, namun tahapan panen dilaksanakan sebagaimana mestinya. Lengkap dengan rentetan upakara sesuai dresta,” ungkap Pekaseh Subak Sidang Rapuh, I Putu Edi Sumarthawan.  

Sedangkan untuk cara niskala, akan dilakukan nunas ica ke beberapa pura yang ada di persubakan Sidang Rapuh, Desa Marga Dauh Puri dan sekitarnya, diantaranya Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Kelaci, Pura Dalem Sidang Rapuh, Pura Dalem  Buleleng, dan Pura Bale Agung Uma Kaang.  Juga akan nunas ica ke Pura Kahyangan Jagat Pakendungan, Pura Batu Kau, Pura Ulundanu Beratan, Pura Agung  Besakih dan yang lainnya. Pelaksanaannya akan dilakukan pada hari pujawali atau piodalan tiap pura tersebut.  “Nunas ica dimaksudkan emohon agar merana mereren (serangan hama mereda),”  ujar I Putu Edi Sumarthawan.

Upaya penanggulangan secara niskala, sudah diawali dengan nunas pakuluh (air suci) oleh prajuru subak, pekaseh dan yang lainnya  di Pura Pusering Tasik Marga dan Merajan Agung Puri Gede Marga, pada Sabtu (9/4), bertepatan dengan hari Tumpek Landep. Selanjutnya pakuluh ditunas krama subak untuk dipercikkan di sawah atau lahan masing-masing.

Sementara itu Perbekel Marga Dauh Puri I Wayan Wiryanata yang turut hadir dalam paruman menambahkan bahwa untuk memutus hama tikus, nantinya juga akan dilaksanakan penanaman jagung. “Hama tikus memang mengganas sejak  tiga musim tanam padi di Subak Sidang Rapuh. Puluhan hektare  tanaman padi rusak akibat digasak  hama tikus. Dan serangan ketiga kali ini, yang paling parah,” ungkap Perbekel Wiryanata. *k17

Komentar