nusabali

Bambu Hanya Boleh Ditebang Pamangku Lempuyan

Tirta Pingit dari Ruas Bambu di Pura Lempuyang

  • www.nusabali.com-bambu-hanya-boleh-ditebang-pamangku-lempuyan

AMLAPURA, NusaBali
Krama Banjar/Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem menyakralkan empat rumpun bambu di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur. Karena bambu itu diyakini sebagai linggih (stana) Tirta Pingit yang dikeramatkan turun-temurun.

Di rumpun bambu ini umat Hindu mohon tirta untuk jatu (inti) upakara yang dipersembahkan untuk Karya Mamungkah lan Nubung Daging, setingkatnya.

Namun tirta itu didapatkan umat tergantung tingkat subhakti pihak mayadnya. Batang bambu untuk mengeluarkan tirta hanya boleh ditebang oleh Jero Mangku Pasek atau Jero Mangku Gede Wangi, pamangku di pura setempat. Jika diberkati, hanya sekali tebang maka batang bambu akan langsung mengeluarkan tirta. Jika tidak diberkati, walau berkali-kali menebang, tidak akan ada isinya. Jero Mangku Pasek menuturkan hal itu di sela-sela melayani umat mohon Tirta Pingit di pura tersebut, belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, untuk tuba di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, umat mesti menaiki ratusan anak tangga hingga ke puncak Bukit Bisbis. Selanjutnya menemukan empat rumpun bambu di jeroan pura, di sisi barat. Mohon tirta pingit diawali persembahyangan diantar Jro Mangku Pasek. Selanjutnya, Jro Mangku mendekati rumpun bambu dan memotong salah satu batang bambu, lanjut Tirta Pingit dikeluarkan dari ruas batang bambu. Tirta dimasukkan ke dalam bumbung (bambu tempat tirta) yang dibawa pamedek untuk distanakan di Sanggar Surya,  tempat karya.

Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur merupakan stana Ida Bhatara Iswara atau Ida Bhatara Hyang Gni Jaya. Tirta ini diyakini sebagai sarana pemberi semangat kerohanian dalam menggelar ritual besar, seperti nuntun, ngenteg linggih, padudusan, mamungkah dan lainnya.

Menurut Jro Mangku Pasek, saat hendak mohon Tirta Pingit mesti dilandasi pikiran bersih, ikhlas, dan hening. Di samping itu juga dengan mempersembahkan kemasan banten, sesuai bhisama yakni Pebangkit petak satu soroh, Suci petak empat soroh yang di dalamnya berisi Pule Kerti, Daksina Agung, Samuan, Kelanan, Pangulap Pangambe, Canang Ajuman, Bayuan, Segehan Petak, uang kepeng 16.000 keping, Salaran, Tetanduran, Pekelem Bebek Putih, Pekelem Ayam Putih, Pangolem untuk pamangku dan lain-lain. Jero Mangku Pasek mengingatkan pamedek dilarang menebang bambu tersebut, walau bergelar pamangku, dan telah mempersembahkan banten. *k16

Komentar