nusabali

Bahas Paket Wisata Bali-Luang Prabang

Sandiaga Temui Dubes RI untuk Laos

  • www.nusabali.com-bahas-paket-wisata-bali-luang-prabang

JAKARTA, NusaBali
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, bertemu Duta Besar Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, R. P. Pratito Soeharyo, untuk membahas kerja sama wisata antarkedua negara, Selasa (29/3).

Peluang kerja sama tersebut meliputi sharing best practice (prosedur yang dinilai efektif) yang dilakukan kedua negara dalam menangani pandemi Covid-19, hingga pengembangan paket wisata Indonesia-Laos.

Menparekraf menyampaikan, kondisi geografis Laos yang tidak memiliki pantai merupakan peluang besar bagi Indonesia yang memiliki garis pantai yang sangat panjang. Selain itu, hal tersebut dapat ditunjang paket wisata yang lebih ekonomis apabila dibandingkan dengan paket wisata pantai di Thailand.

“Orang Laos biasanya bepergian dalam keluarga karena keluarga adalah institusi penting di Laos. Kita juga bisa kerja samakan dengan membuat paket wisata minat khusus,” kata Sandiaga, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (31/3).

Hal ini dinilai sebagai prospek yang cerah untuk dapat dikembangkan dalam kerja sama paket wisata di kedua negara.

Sementara itu, Pratito menyampaikan bahwa salah satu paket yang bisa dikerjasamakan adalah paket wisata antara Luang Prabang dan Bali.

“Jadi, Luang Prabang ini Bali-nya Laos, ini lokasinya di perbatasan dengan China, dekat dengan segitiga emas. Kalau bisa ada penerbangan langsung, jadi kita bisa tarik turis-turis dari China untuk terbang langsung ke Bali,” ujarnya.

Untuk diketahui, Luang Prabang merupakan ibu kota Provinsi Louangphabang yang dekat dengan Sungai Mekong. Kota ini terletak di sisi utara Ibu Kota Laos, Vientiane, dengan jarak sekitar 311 kilometer (km).

Sampai sebelum pengambilalihan oleh pemerintahan komunis Laos pada tahun 1975, Luang Prabang adalah ibu kota kerajaan dan pusat pemerintahan dari Kerajaan Laos. Kota ini juga dikenal sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sandiaga menerangkan, nota kesepahaman bersama dan kerja sama bidang pariwisata antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Laos terakhir kali ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) kedua negara pada 26 Juli 1996 di Jakarta. Oleh karenanya, ia berharap ada kesepakatan kerja sama terbaru dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan kerja sama Indonesia dengan Laos akan lebih baik. Laos ini bagian dari ASEAN yang punya potensi yang bisa dikembangkan dan lebih baik ke depannya," ujar Sandiaga.

"Sebagai sektor pariwisata ternyata Laos cukup tinggi. Ini menarik untuk kerja sama, apa yang bisa kita konstruksikan yang paling relevan," imbuhnya. *

Komentar