nusabali

Pentas Budaya di Alun-alun Bangli Dihentikan

  • www.nusabali.com-pentas-budaya-di-alun-alun-bangli-dihentikan

Kegiatan yang mengundang kerumunan massa seperti pentas kreasi budaya dan pentas musik dihentikan. Tetapi fasilitas untuk olahraga tetap dibuka.

BANGLI, NusaBali 
Pentas Kreasi Budaya di alun-alun kota Bangli yang digelar setiap hari Sabtu, kini terpaksa dihentikan sementara seiring meningkatnya kasus Covid-19. Meski kegiatan yang mengundang kerumunan massa dihentikan, tetapi fasilitas umum seperti fasilitas untuk olahraga masih dibuka untuk umum. 

Kepala Disdikpora Bangli—selaku leading sector pentas kreasi budaya— Komang Pariarta mengatakan untuk pentas kreasi budaya pada Sabtu (5/2) ditiadakan. Kegiatan tersebut akan digelar kembali bila situasi sudah lebih stabil. “Tentu nanti dilanjutkan kembali, melihat perkembangan situasinya,” kata Pariarta. 

Peserta yang akan tampil pada pentas kreasi budaya ini sudah terjadwal. Rencananya akan tampil perwakilan PAUD se-Bangli. Menurut Komang Pariarta, pihaknya sudah menyampaikan ke sekolah terkait penundaan untuk tampil. “Kami sudah informasikan sejak kemarin (Jumat),” ucapnya. 

Selain pentas kreasi budaya, biasa setiap Sabtu alun-alun kota Bangli diramaikan acara hiburan musik. Kegiatan in pun dihentikan sementara waktu.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Bangli Wayan Wardana mengatakan telah dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Rapat tersebut menindaklanjuti peningkatan kasus Covid-19 di Bangli. 

Menurut Wayan Wardana, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan diarahkan isolasi terpusat (isoter) desa. Kemudian bagi yang bergejala sedang dan berat mendapat penanganan di rumah sakit. 

Wayan Wardana menjelaskan jika fasilitas umum seperti lapangan untuk menunjang kegiatan olahraga masih bisa dipergunakan. “Untuk kegiatan olahraga masih diperbolehkan,” tegasnya. 

Sementara itu, Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa menambahkan untuk isoter desa sudah diterapkan. Guna memantau kondisi warga, petugas dari masing-masing puskesmas akan melakukan pengecekan secara berkelanjutan. 

Selain itu, Dinas Kesehatan akan turun untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak panik karena peningkatan kasus. Namun masyarakat diimbau untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan. 

Berdasar data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, pada Sabtu kemarin ada penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 46 kasus. Sedangkan data kumulatif per Sabtu (5/2), pasien positif sebanyak 5.441 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 4.987 orang, meninggal dunia 248 orang, dan masih menjalani perawatan sebanyak 127 orang. 7 esa

Komentar