nusabali

Vaksinasi Anak Umur 6-11 Tahun di Bali Baru Tembus 25.000 Per Hari

Pemprov Tunggu Vaksin dari Pusat

  • www.nusabali.com-vaksinasi-anak-umur-6-11-tahun-di-bali-baru-tembus-25000-per-hari

DENPASAR, NusaBali
Vaksinasi Covid-19 untuk anak umur 6-11 tahun di Bali baru tembus 25.000 orang per hari, dari target awal mencapai 40.000 orang per hari.

Vaksinasi yang belum mencapai target ini terkendala pasokan vaksin Sinovac yang masih dalam proses pengiriman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), selain juga kesiapan target sasaran (pihak sekolah SD).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya MPPM, mengatakan hingga Selasa (21/12) vaksinasi untuk anak 6-11 tahun di kabupaten/kota se-Bali  baru mencapai 25.000 per hari. Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di kabupaten/kota se-Bali sejak program digulirkan, Rabu (15/12),  sudah mencapai 108.204 orang atau 29 persen dari target sasaran berjumlah 373.120 orang.

"Kalau capaian per hari memang belum mencapai target 40.000 orang, sesuai yang kami rencanakan. Tetapi, capaian vaksinasi 25.000 orang per hari sudah termasuk tinggi. Ini kan baru berjalan beberapa hari sejak dimulai 15 Desember 2021 lalu," ujar Suarjaya saat dihubungi NusaBali di Denpasar, Selasa kemarin.

Suarjaya mengatakan, sasaran vaksinasi belum mencapai 40.000 per hari, karena sangat tergantung dengan kesiapan target sasaran, yakni sekolah-sekolah SD yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Saat ini, masih banyak sekolah menyiapkan jadwal untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Ya, capaian vaksinasi tergantung kesiapan sekolah juga. Siap tidaknya menerima petugas melaksanakan vaksinasi, itu kan pihak sekolah yang dikoordinir Dinas Pendidikan," tandas Suarjaya.

Selain itu, kata Suarjaya, Dinas Kesehatan Provinsi Bali saat ini sedang mengupayakan pasokan vaksin Sinovac dari Kemenkes. "Stok vaksin Sinovac yang kita punya sudah menipis. Ini juga jadi kendala," terang birokrat asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng ini.

Menurut Suarjaya, rencananya pasokan vaksin Sinovac sebanyak 100.000 dosis untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Rabu (22/12) pagi ini. Pemerintah pusat dengan cepat menyiapkan kekurangan vaksin untuk Bali.

"Kita amankan dulu stok vaksin Sinovac yang dipakai untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Kita sudah pesan dan kini sedang proses pengiriman dari pusat ke Bali," tegas alumnu Fakultas Kedokteran Unud angkatan 1980 ini.

Suarjaya menegaskan, stok vaksin di Bali sebetulnya masih ada, namun jenisnya AstraZeneca. Sementara untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun, yang digunakan adalah vaksin Sinovac. Suarjaya memastikan stok vaksin Sinovac akan terpenuhi dengan pasokan 100.000 dosis hari ini.

Vaksinasi anak umur 6-11 tahun untuk dosis I di Bali, kata Suarjaya, ditargetkan tuntas akhir Desember 2021 2021 nanti. Namun, kalau tidak selesai akhir tahun, vaksinasi berlanjut sampai tuntas di tahun berikutnya.

"Kita maksimalkan waktu. Lagian petugas kita kan lumayan banyak. Sekarang koordinasi intensif dengan target sasaran, terutama sekolah SD di desa-desa. Kalau tidak selesai akhir Desember 2021, vaksinasi dilanjutkan sampai tuntas sesuai ins-truksi Gubernur Pak Wayan Koster," papar kakak kelas satu angkatan Gubernur Bali Wayan Koster di SMAN 1 Singaraja ini.

Suarjaya mengatakan target vaksinasi anak usia 6-11 tahun merupakan program pemerintah, yang bertujuan untuk mempercepat tercapainya herd immunity (kekebalan komunal) di lingkungan sekolah dan masyarakat secara umum. "Semakin cepat semakin baik, karena herd immunity akan semakin cepat bisa diwujudkan di lingkungan sekolah. Kita tetap mohon dukungan kepada orangtua siswa, supaya mendukung program pemerintah untuk vaksinasi ini bisa sukses," katanya.

Sekadar dicatat, secara keseluruhan di Bali terdapat 373.120 orang anak usia 6-11 tahun yang jadi target sasaran vaksinasi. Terbanyak berada di Kabupaten Buleleng mencapai 74.137 orang anak, disusul Kota Denpasar (63.594 orang), Karangasem (47.728 orang), Badung (45.914 orang), Gianyar (40.508 orang), Tabanan (33.051 orang), Jembrana (27.997 orang), Bangli (22.421 orang), dan Klungkung paling sedikit (17.770 orang). *nat

Komentar