nusabali

Krama Dukuh Penaban Olah Daun Jepun Jadi Lawar

  • www.nusabali.com-krama-dukuh-penaban-olah-daun-jepun-jadi-lawar

AMLAPURA, NusaBali
Krama Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem turun temurun mengolah daun jepun (kamboja) Bali jadi lawar.

Lawar don jepun untuk persembahan di Pura Puseh saat Purnama Kapat, Purnama Kapitu, Galungan, dan Kuningan. Lawar daun jepun juga untuk santap bersama atau magibung.

Bendesa Adat Dukuh Penaban Jro Nengah Suarya didampingi panyarikan I Nengah Sudana Wiryawan mengungkapkan, krama Desa Adat Dukuh Penaban memotong babi untuk persembahan dan magibung. Sebagai pelengkap, sayurnya berupa lawar daun jepun. Bahan baku daun jepun Bali yang usianya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Batang daun di bagian tengah dihilangkan kemudian direbus beberapa menit. Setelah direbus, daun jepun dipotong-potong ditambah bumbu untuk lawar. “Lawar jepun diperlukan untuk persembahan setiap ada piodalan di Pura Puseh. Ngelawar don jepun menjadi tradisi turun temurun,” jelas Jro Nengah Suarya saat pujawali bertepatan Purnama Kapitu, Saniscara Pon Pahang, Sabtu (18/12).

Jro Nengah Suarya mengatakan, lawar jepun tidak pahit. “Lawar jepun rasanya enak, tidak pahit,” ungkap Jro Nengah Suarya. Panyarikan Sudana Wiryawan mengatakan, tradisi mengolah daun jepun jadi lawar sejak Pura Puseh didirikan. Setiap piodalan di Pura Puseh wajib ada persembahan lawar jepun. “Entah dagingnya bebek atau babi tidak masalah, terpenting adonan sayurnya menggunakan daun jepun,” ungkap Sudana Wiryawan. Adonan lawar jepun yang dibuat sebanyak 108 tanding, dipersembahkan di setiap palinggih di Pura Puseh. Tradisi itu digelar turun temurun sesuai cerita leluhur membangun Pura Puseh memerlukan waktu cukup lama. Sehingga krama masesangi (berkaul), jika Pura Puseh tuntas sanggup mempersembahkan lawar daun jepun setiap pujawali. *k16

Komentar