nusabali

Kasihani Pedagang Tua, Hargai UMKM

Pesan di Balik Capil Klangsah Bupati Tamba

  • www.nusabali.com-kasihani-pedagang-tua-hargai-umkm

NEGARA, NusaBali
Hampir setiap turun ke lapangan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba sering memakai capil klangsah (topi dari anyaman daun kelapa) untuk melindungi kepalanya dari terik matahari.

Sekalipun bersama orang-orang berkelas, Bupati yang juga gemar menggunakan sandal jepit ini, tampak begitu nyaman dengan memakai capil hasil kerajinan tangan yang biasa digunakan petani itu.

Penampilan Bupati Tamba yang sering memakai capil klangsah itu, cukup mengundang rasa penasaran. Ketika sempat ditemui di sela-sela menghadiri acara HUT RSU Negara, Kamis (17/12), NusaBali iseng menanyakan langsung tentang kebiasaan memakai capil klangsah dan apakah ada makna tertentu. "Oh, capil klangsah. Ya, ya," ucap Bupati Tamba, mengawali jawabannya sembari melontarkan senyum.

Bupati Tamba mengatakan, menggunakan capil klangsah itu, sudah menjadi kebiasaan yang dilakukannya setiap turun ke masyarakat. Capil klangsah yang digunakannya sejak menjabat sebagai Bupati Jembrana, merupakan capil klangsah yang sempat dibelinya dari seorang pedagang tua. Pedagang itu ditemuinya di Terminal Negara. "Saya memang dapat capil itu, ada saudara kita jualan topi klangsah di Terminal Negara. Kasihan sudah tua. Katanya sudah 3 hari jualan hanya laku dua, laku tiga, masih lagi 30 topi. Itu saya beli semua," ucap Bupati Tamba.

Capil klangsah yang diborongnya itu, sambung Bupati Tamba, dibagikan kepada beberapa tamu yang sempat datang ke rumahnya. Sementara dirinya hanya menyisakan satu untuk dipakai pribadi. "Memang kebetulan itu (capil klangsah) sangat bermanfaat sekali. Sangat bagus untuk menghalau matahari," ujarnya.

Bupati Tamba mengatakan, dirinya ingin menyamaratakan diri dengan rakyat. Kebiasaan menggunakan capil klangsah itu, sama halnya dengan kebiasaanya menggunakan sandal jepit. Dirinya pun sengaja menggunakan sandal jepit agar mobilitas bertemu masyarakat berjalan lancar.  "Kalau pakai sandal mahal-mahal, kalau ada becek-becek, pasti akan mundur. Kalau lagi hujan deras sedang duduk di rumah warga, pasti berpikir sandal saya sudah dipinggirkan belum," ucapnya.

Namun ketika menggunakan sandal jepit, Bupati Tamba memastikan, tujuannya untuk bertemu masyarakat tidak perlu lagi terhalang masalah sandal. "Kalau sandal jepit, sudah mau hilang mau apa, tidak apa-apa. Kalau putus pun tidak apa-apa. Saya sudah punya 12 pasang dan itu selalu ada di mobil," ujar Bupati asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini.

Menurut Bupati Tamba, dengan kebiasaannya menggunakan capil klangsah itu, secara tidak langsung bertujuan mempromosikan usaha rakyat. Karena itu, selain dipakai ketika turun ke masyakarat, dirinya biasa menggunakan topi klangsah ketika menghadiri beberapa acara atau pun undangan sebagai Bupati. "Kan sekarang kita juga menggalakkan membeli produk dalam negeri, membeli produk UMKM. Sekalian membantu perajin kecil dan manfaatnya kita juga dapat," pungkas Bupati Tamba. *ode

Komentar