nusabali

Dorong e-Retribusi dan Parkir Digital

Pemkab Buleleng

  • www.nusabali.com-dorong-e-retribusi-dan-parkir-digital

Bahkan di Pasar Banyuasri saja, keberadaan parkir digital mendongkrak pendapatan hingga dua kali lipat.

SINGARAJA, NusaBali

Pemerintah Kabupaten Buleleng, mendorong penerapan e-retribusi pedagang pasar dan parkir digital pada pasar tradisional di Buleleng. Penggunaan e-retribusi dan parkir digital selain untuk transparansi keuangan juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rousmini Minggu (12/12) kemarin mengatakan, sejauh ini dari 13 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, sudah empat pasar yang menerapkan e-retribusi pungutan hariannya. Keempat pasar tersebut yakni Pasar Banyuasri, Pasar Kampung Bugis, Pasar Anyar dan Pasar Seririt.

“Memang ke depannya kami sarankan kepada pengelola untuk non tunai. Sehingga pemasukan pungutan harian hari minggu tidak hilang tidak bergantung pada petugas pungut. Yang sudah berjalan malah memudahkan pengelola juga,” ungkap Rousmini.

Dia yang juga Kepala Badan Pengawas Perumda Pasar melanjutkan untuk parkir digital juga sudah dimulai tahun ini. Diawali dari Pasar Banyuasri, Pasar Banjar dan Pasar Seririt. Pengelolaan parkir digital di pasar tradisional ini setelah berjalan beberapa bulan menunjukkan pembukuan yang positif.

Bahkan di Pasar Banyuasri saja, keberadaan parkir digital mendongkrak pendapatan hingga dua kali lipat. “Digitalisasi ini karena memakai sistem sangat meminimalisir kebocoran pendapatan. Sehingga hal ini terus kami dorong untuk diterapkan di seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar,” imbuh mantan Kepala BKD Buleleng ini.

Sementara itu, parkir digital sejauh ini memang belum dapat dilakukan di seluruh pasar. Beberapa diantaranya masih mengalami kendala yang sangat teknis. Seperti Pasar Anyar Buleleng, salah satu pasar tradisional besar di Buleleng. Pasar Anyar belum dapat menerapkan parkir digital karena tidak memiliki pintu masuk dan keluar yang teratur. Parkir kendaraan yang kebanyakan di pinggir jalan juga sangat menyulitkan jika diberlakukan parkir digital.

“Ini masih menjadi PR juga, padahal Pasar Anyar adalah pasar besar yang kami proyeksikan untuk penerapan digital parkir. Solusinya ya menunggu pasar direvitalisasi dulu sehingga ada penataan ulang,” jelas dia. Selain kendala teknis, pemberlakuan e-retribusi dan parkir digital di pasar tradisional lain masih terkendala, karena pengelolaannya dikerjasamakan dengan desa adat setempat.*k23

Komentar