nusabali

Waspada! Bibit Siklon Tropis 90S Mengintai Bali

  • www.nusabali.com-waspada-bibit-siklon-tropis-90s-mengintai-bali

MANGUPURA, NusaBali.com - Setelah adanya fenomena La Nina di Samudra Pasifik yang meningkatkan intensitas hujan di wilayah Bali selama bulan November ini, masyarakat Bali kembali diingatkan dengan adanya fenomena alam yang berpotensi membawa bencana.

Warga diminta waspada terhadap pergerakan bibit Siklon Tropis 90S yang saat ini tengah berada di bagian selatan Pulau Jawa. Siklon Tropis 90S diketahui berdampak pada meningkatnya curah hujan hingga naiknya tinggi gelombang laut. 

Berdasarkan model NWP 24 jam ke depan masih menunjukkan adanya peningkatan intensitas, dengan pergerakan bibit siklon ke arah tenggara-selatan. Akibatnya potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah-sedang.

“Berdasarkan data model dalam 24 jam ke depan masih menunjukkan adanya peningkatan intensitas dan untuk perkembangannya akan kami monitor terus,” terang Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, Minggu (21/11/2021). 

Dikatakan, bibit Siklon Tropis 90S terpantau berada di Samudra Hindia di sebelah selatan Jawa Barat, bertekanan udara minimum 1.000 mb dengan kecepatan angin maksimum 20 knot. 

Selain di wilayah Bali, hujan sedang hingga lebat selama 24 jam ke depan kemungkinan terjadi pada wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat. “Dampak yang dirasakan khususnya di wilayah Bali, yaitu adanya potensi hujan sedang hingga lebat,” ujar Dedy.

Untuk itu diimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah Bali dan beberapa wilayah lainnya yang diperkirakan terkena dampak, untuk mewaspadai potensi bencana yang diakibatkan kehadiran Siklon Tropis 90S.

“Untuk peringatan dini masih terdapat potensi hujan sedang  hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, sehingga masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrim seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir,” kata Dedy. 

Seperti diketahui, sebelumnya BMKG juga telah memprediksi jika musim hujan yang terjadi akhir tahun ini curah hujannya akan melebihi normal. Pasalnya BMKG mendeteksi adanya anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang dapat memunculkan femomena La Nina.  

Fenomena La Nina pada umumnya dibarengi dengan meningkatnya penambahan pembentukan awan-awan hujan. Massa udara basah tersebut akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia, serta membuat musim hujan terjadi lebih lama. *adi

Komentar