nusabali

Puluhan Ibu-ibu Dilatih Etika Berbusana Adat dan Tata Rias

  • www.nusabali.com-puluhan-ibu-ibu-dilatih-etika-berbusana-adat-dan-tata-rias

NEGARA, NusaBali
Paiketan Krama Istri Bali (Pakis Bali) menggelar acara pelatihan etika berbusana adat Bali dan tata rias diri di Wantilan Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Kamis (7/10).

Pelatihan yang dibuka Bupati Jembrana I Nengah Tamba ini diikuti sebanyak 25 ibu-ibu yang juga merupakan krama istri dari Desa Adat Gumbrih dan sekitarnya.  Bupati Tamba sangat mengapresiasi acara Pakis Bali menggelar pelatihan etika berbusana adat Bali dan tata rias diri bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga ini. Pasalnya, selama ini kegiatan umat sangat kompleks. “Ini patut kita lestarikan untuk Bali ke depan. Kita ketahui bersama kalau saat ini kegiatan umat itu sangat luar biasa dan padat sekali. Pelatihan  ini nantinya akan sangat membantu dan meringankan beban ibu-ibu,” ujar Bupati Tamba.

Menurut Bupati Tamba, dari pihak Pemprov Bali saat ini sangat konsen dengan pelestarian adat dan tradisi Bali. Hal itu juga menjadi perhatian Pemkab Jembrana. “Pak Gubernur saat ini sangat konsen dengan hal-hal yang berisikan konten Bali. Misalnya, uyah Bali, arak Bali, buah Bali, sastra Bali, dan saat ini menghias bali. Kami sangat mendukung program dan kegiatan ini untuk kelestarian dan keajegan Bali ke depan,” kata Bupati Tamba.

Ketua Pakis Bali diwakili Bendahara Pakis Bali Agung Sri Utari Satria Narada didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Jembrana Ny Candrawati Tamba, mengatakan pelatihan tata rias di Jembrana tahun ini, akan dilaksanakan di dua desa adat. Setelah di Desa Adat  Gumbrih akan dilaksanakan pelatihan di desa adat di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. “Setiap kabupaten akan kami tentukan dua desa adat. Setiap desa adat akan diberikan pelatihan sehari saja. Untuk di Desa Adat Dauhwaru akan menyusul,” kata Agung Sri.

Menurut Agung Sri, materi yang diajarkan mencakup etika busana adat Bali, masanggul pusung tagel, tengkuluk lelunakan, hingga tata rias diri. Pelatihan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi kalangan ibu-ibu di desa. “Kita ketahui kegiatan umat dan adat di Bali sangat padat. Untuk meringankan biaya dan beban ibu-ibu itu, dalam urusan tata riasnya maka pelatihan ini menjadi solusi. Harapannya, mereka nantinya bisa merias dirinya sendiri tanpa mengeluarkan biaya. Apalagi saat pandemi Covid-19,” ucap Agung Sri. *ode

Komentar