nusabali

Kepala Staf Tiga Angkatan Berpeluang Jadi Panglima TNI

  • www.nusabali.com-kepala-staf-tiga-angkatan-berpeluang-jadi-panglima-tni

JAKARTA, NusaBali
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan pensiun pada November 2021. Sejumlah nama digadang-gadang menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Salah satunya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. Bahkan Andika diprediksi mendapat dukungan dari PDIP. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengatakan, mengenai dukungan partai yang harus menyuarakan adalah pejabat partai. "Minimal Sekjen DPP PDIP," ujar TB Hasanuddin di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (16/9). Untuk itu, dia enggan berbicara dukungan.

Namun, kata TB Hasanuddin, pada prinsipnya semua kepala staf dari tiga angkatan berpeluang. Terlebih bila melihat dari tahun kelahiran mereka dan pensiunnya. Kasad Jenderal Andika Perkasa kelahiran 21 Desember 1964 dan akan pensiun 1 Januari 2022.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Yudo Margono kelahiran 26 November 1965 dan pensiun 1 Desember 2023. Sementara Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Fadjar Prasetyo lahir 9 April 1966 dan pensiun 1 Mei 2024.

"Bila mau diambil dari urutan pensiun, semua bisa kebagian. Misal, Andika diangkat menjadi Panglima dengan wakilnya Yudho. Setelah Andika pensiun diganti Yudho. Lalu Yudho pensiun diganti Fadjar," jelas TB Hasanuddin.

Namun bila dilihat ada perhelatan pemilu serentak pada 2024 mendatang, ketiganya tidak masuk kriteria. Sebab, pemilu perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan. Dan selama ini, TNI sudah cukup bagus serta tidak memihak satu kelompok atau satu golongan seperti waktu zaman orde baru dahulu. Oleh karena itu, TNI dipercaya dalam menjaga keamanan dan stabilitas saat pemilu nanti.

Untuk itu, memerlukan sosok yang bisa mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang pensiunnya 1 Juli 2027. "Jadi pemilihan Panglima TNI bisa dilakukan dengan cara melihat urutan masa pensiun pimpinan dari tiga angkatan tersebut atau mencari rising star. Kita tunggu saja, karena ini hak prerogatif Presiden Joko Widodo," papar TB Hasanuddin.

Yang terpenting, lanjut pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat tahun 2018 dari PDIP ini menegaskan, Panglima TNI terpilih harus siap menjadi andalan masyarakat Indonesia. Kemudian tidak berpolitik dan melanjutkan kepemimpinan Panglima TNI sebelumnya dengan baik.

Lalu meningkatkan profesionalisme prajurit berdasarkan frekuensi pelatihan dan pendidikan. Tak ketinggalan meningkatkan kesejahteraan prajurit. "Ini perlu mendapat perhatian. Jika prajurit dituntut latihan bagus, maka asupan paling tidak 3.800-4.000 kalori sehingga uang lauk pauk harus ditingkatkan dari sekarang Rp65.000 mungkin menjadi 100.000 per hari," papar TB Hasanuddin. *k22

Komentar