nusabali

PDDI Bali Apresiasi Donor Darah Berbasis Banjar

Pandemi, Kebutuhan Darah Rata-rata 160 Kantong/Hari

  • www.nusabali.com-pddi-bali-apresiasi-donor-darah-berbasis-banjar

GIANYAR, NusaBali
Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali apresiasi pelaksanaan donor darah berbasis Banjar di Banjar Pengaji, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan.

Bahkan di Banjar/Desa Adat Pengaji sudah membentuk Unit Donor Darah (UDD) PDDI sejak tahun 2015 karena  memiliki pendonor aktif dan menggelar donor darah secara berkala. "Patut disyukuri, unit donor darah berbasis Banjar atau Desa Adat ini. Karena sudah pasti akan sangat membantu memenuhi kebutuhan darah di Bali," ujar Ketua PDDI Bali I Ketut Pringgantara, di sela-sela donor darah  bertema 'Gaya Hidup Sehat' di Balai Banjar Pengaji, Minggu (12/9). Kegiatan pengambilan darah dilakukan oleh petugas medis PMI Kabupaten Gianyar.

Diungkapkan, selama pandemi Covid-19 ini permintaan darah merah berkisar antara 160 - 180 kantong per hari. Belum lagi kebutuhan plasma konvalesen. Sehingga kegiatan donor darah berbasis Banjar ini diharapkan bisa diadopsi banjar-banjar lain di Bali. Sebab diakui, secara teknis akan lebih mudah dalam hal koordinasi. Apalagi saat pandemi yang tak kunjung usai ini pergerakan donor darah di Bali fluktuatif naik turun, tergantung permintaan rumah sakit, utamanya RSUP Sanglah Denpasar. "Jadi kami PDDI Bali terus berupaya menghidupkan lentera donor darah di kabupaten/kota di Bali, termasuk di Desa Adat Pengaji, Payangan ini," jelasnya.

PDDI tampil sebagai garda terdepan untuk menggerakkan kaum muda milenial, sehat, cerdas, dan berkarakter agar tertarik ikut donor darah. "Seperti hari ini, saya lihat semeton di Payangan sangat antusias. Kerjasama seperti ini perlu dirajut kembali, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," jelas Ketut Pringgantara.

Terkait stok darah, sementara ini diakui masih stabil. "Per hari ini misalnya, golongan darah AB posisi hijau, yang dulunya sedikit sekarang sudah memenuhi. Golongan darah O juga dilihat dari tingkat sakit, kondisinya seimbang," imbuhnya.

Kepala Dusun Banjar Pengaji I Wayan Suandi mengatakan UDD Desa Adat Pengaji terbentuk sejak Tahun 2019. "Kami merancang kegiatan donor darah setiap 3 sampai 4 bulan sekali," jelasnya. Bermula dari 6 orang anggota, kinia sudah terhimpun sebanyak 45 orang yang pendonor aktif. "Jadi setiap kali kita donor darah, minimal sudah dapat 45 kantong. Selebihnya, kami menggugah partisipasi dari tokoh masyarakat, komunitas dan Ormas di Payangan," jelasnya.

Kepada warga Banjar Wayan Suandi senantiasa mengajak untuk ber yadnya melalui donor darah. "Donor darah baik untuk kesehatan, berguna untuk yang membutuhkan. Jadi mudah-mudahan ke depannya, lebih banyak yang mensuport gerakan kemanusiaan seperti ini," harapnya. Yang cukup menarik dari gelaran donor darah kali ini adalah partisipasinya dari salah satu yayasan berupa hadiah beras. "Setiap yang donor mendapatkan hadiah 5 kg beras dan nasi jinggo," imbuhnya.

Salah seorang pendonor Made Rai Warsa mengharapkan donor darah lain di Bali bisa terinspirasi dari Banjar Pengaji. "Saya pertama kali donor darah di sini, karena dipaksa, terpaksa dan kini terbiasa. Banyak manfaat yang saya rasakan sehingga saya komitmen ke depan tetap akan donor darah," ujar anggota Fraksi PDIP DPRD Bali ini. *nvi

Komentar