nusabali

Badung Bagikan Bibit Cabai ke Petani

Harapkan Meningkatkan Luas Tanam dan Produksi Cabai

  • www.nusabali.com-badung-bagikan-bibit-cabai-ke-petani

MANGUPURA, NusaBali
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyosialisasi program Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai).

Sekaligus menyerahkan bantuan 160 ribu bibit cabai dan sarana pertanian di Subak Sedana Winangun, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kamis (9/9). Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari program Kementerian Pertanian (Kementan) RI.


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, mengatakan Gertam Cabai ini merupakan tindaklanjut dari program Kementan RI. Tujuannya guna mengantisipasi kelangkaan sekaligus lonjakan harga cabai saat memasuki musim penghujan dan menyongsong tahun baru.

“Program Gertam Cabai ini diharapkan dapat meningkatkan luas tanam dan produksi serta kesejahteraan petani cabai,” harap Wijana.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, saat ini di Badung belum mampu memenuhi kebutuhan cabai yang setiap tahun terus meningkat. Sesuai data neraca pangan, kebutuhan cabai di Kabupaten Badung tahun 2020 mencapai sekitar 1.447 ton. Sedangkan produksi hanya mencapai 3.890 kwintal atau 38,9 ton. “Selama ini kekurangannya dipasok dari luar kabupaten,” kata mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung.

Dia menegaskan berbagai upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas cabai di Gumi Keris. Di antaranya melalui program pengembangan tanaman hortikultura yang dibiayai dari APBD II, bantuan provinsi maupun kegiatan Kampung Cabai dari Kementerian Pertanian. “Kami juga merancang program Masyarakat Tanam Cabai (Matanabe) dan Siswa Belajar Bertani (Sibertani) untuk mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam cabai minimal untuk kebutuhan rumah tangga, terutama saat harga cabai di pasaran sedang mahal,” jelasnya.

Wijana berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat meningkatkan luas tanam di Badung, sehingga hasil produksi cabai meningkat. *ind

Komentar