nusabali

4 Kios Ludes Terbakar di Penelokan

  • www.nusabali.com-4-kios-ludes-terbakar-di-penelokan

BANGLI, NusaBali
Sejumlah kios yang berlokasi di Jalan Penelokan, Desa Batur Tengah Kecamatan Kintamani, Bangli, terbakar pada Selasa (24/8) sekitar pukul 00.30 Wita. Kios yang terbakar menjual sembako hingga stiker.

Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang terhimpun, yang terbakar berupa bangunan rumah toko (ruko). Di ruko tersebut ada empat kios dan statusnya disewakan. Pemilik bangunan yakni I Putu Suastika, 47, asal Banjar Dinas Batur Tengah, Desa Batur Tengah.

Kios tersebut masing-masing disewa oleh Ni Made Megawati, 28, asal Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani. Di kios tersebut Made Megawati menjual kosmetik. Berikutnya, Ni Nengah Wangi, 47, asal Desa Tiga, Kecamatan Susut. Nengah Wangi berjualan sembako. Kemudian Kadek Mahendra asal Desa Batur Tengah berjualan plastik. Terakhir I Made Dedy Sastrawan asal Desa Kintamani yang menyewa kios untuk menjual stiker.

Kanit Reskrim Polsek Kintamani Iptu Nyoman Soma Ada, mengatakan peristiwa kebakaran diketahui pada pukul 00.30 Wita. Awalnya Putu Suastika dibangunkan oleh istrinya Lestari Asih, karena mendengar suara seperti orang membongkar keramik. Pasangan suami istri (pasutri) ini langsung mengecek sumber suara tersebut. “Pasutri ini tinggal di bagian bawah ruko,” ungkap Iptu Soma Ada.

Kemudian saat mengecek keluar, didapati kobaran api dari kios yang disewa Made Dedy Sastrawan. Upaya pemadaman api dilakukan, namun api sudah membesar. “Pemilik ruko dibantu warga berupaya memadamkan api, namun api sudah menjalar,” kata Iptu Soma Ada.

Akhirnya meminta bantuan pada petugas pemadam kebakaran (Damkar) Bangli. Ada 3 unit mobil Damkar yang diturunkan untuk pemadaman. Sekitar satu jam berjibaku, akhirnya api dapat dijinakkan.

Menurut Iptu Soma Ada, setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung memasang police line. Kemudian dari olah TKP, dugaan sementara kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik. “Diduga korsleting listrik. Api pertama muncul di kios penjual stiker,” kata Iptu Soma Ada.

Di sisi lain, akibat kejadian tersebut para korban mengalami kerugian yang besar. Pemilik ruko diperkirakan mengalami kerugian Rp 100 juta, penjual stiker Rp 100 juta, penjual plastik Rp 130 juta, penjual sembako Rp 50 juta, dan penjual kosmetik Rp 15 juta. “Dalam insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” imbuh Iptu Soma Ada, perwira asal Buleleng. *esa

Komentar