nusabali

289 Pemohon Gagal Terima Beasiswa Mahasiswa

  • www.nusabali.com-289-pemohon-gagal-terima-beasiswa-mahasiswa

Ratusan pemohon yang gagal lantaran kalah perankingan IPK. Sementara  IPK yang paling rendah yang berhak menerima beasiswa adalah 3,59.

NEGARA, NusaBali

Dalam masa pendaftaran beasiswa mahasiswa asal Kabupaten Jembrana periode anggaran semester I tahun 2021, tercatat ada sebanyak 1.089 pemohon yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Namun dari 1.089 pemohon itu, sebanyak 289 pemohon gagal menerima beasiswa dari Pemkab Jembrana. Ratusan pemohon tersebut dinyatakan gagal menerima beasiswa lantaran kalah perankingan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dalam memperebutkan kuota beasiswa yang dibatasi berjumlah 800 beasiswa.

Hal itu terungkap saat penyerahan simbolis beasiswa mahasiswa asal Kabupaten Jembrana periode anggaran semester I tahun 2021 di Gedung Auditorium Jembrana, Jumat (13/8). Mengingat suasana pandemi Covid-19, penyerahan simbolis beasiswa kepada 800 mahasiswa oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, hanya menghadirkan beberapa perwakilan penerima.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Jembrana Ni Nengah Wartini, menjelaskan ada 1.089 orang yang memenuhi syarat permohonan beasiswa periode anggaran semester I tahun 2021 ini. Total 1.089 pemohon itu pun melebihi kuota 800 beasiswa yang disediakan pada periode ini, sehingga dilakukan perankingan IPK dan menyisihkan sebanyak 289 pemohon. “Dari hasil perankingan itu, IPK yang paling rendah diranking 800 adalah 3,59,” ujarnya.

Terkait penerima beasiswa periode anggaran semester I tahun 2021 ini, kata Wartini, diberikan kepada mahasiswa asal Jembrana yang melaksanakan kuliah reguler pada perguruan tinggi negeri dan swasta yang terakreditasi A. Untuk jenjang perguruan tinggi yang ditempuh, diberikan pada yang menempuh jenjang Diploma III, Diploma IV, dan Strata I. “Jumlah anggaran yang direalisasikan pada periode ini adalah senilai Rp 2,4 miliar. Dengan rincian per orang mendapatkan beasiswa masing-masing Rp 3.000.000 dipotong pajak,” ucap Wartini.

Bupati Tamba mengatakan, pemberian bantuan beasiswa kepada mahasiswa asal Kabupaten Jembrana ini akan tetap diadakan. Hal itu sebagai bentuk komitmen Pemkab Jembrana terhadap pentingnya jenjang pendidikan tinggi bagi generasi muda Gumi Makepung. Bupati Tamba berharap, beasiswa yang diberikan agar digunakan sebagaimana mestinya. “Manfaatkan dengan baik. Gunakan untuk hal-hal positif bagi pendidikan kalian. Jangan gunakan untuk hal-hal yang lain. Buat bangga orangtua kalian dan tanah kelahiran kalian, Jembrana. Belajar yang rajin agar ke depan kalian sebagai generasi penerus bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan Jembrana,” ujar Bupati Tamba.

Di samping itu, Bupati Tamba berharap kepada para mahasiswa asal Jembrana untuk bisa mensosialisasikan program-program Pemkab Jembrana. Dirinya mencontohkan saat ini banyak program Pemkab Jembrana untuk kesejahteraan rakyat seperti Jembrana Emergency Service (JES) hingga Integrated Bansos (I-Ban), namun masih ada masyarakat yang belum tahu. Selain itu, dirinya mengajak mahasiswa untuk mensosialisasikan protokol kesehatan dan vaksinasi dalam upaya menangani pandemi Covid-19.

“Saya minta kepada mahasiswa sekalian ikut membantu pemerintah menjadi public relations dengan mensosialisasikan program pemerintah. Terkait penanganan Covid-19 juga. Dari vaksinasi dan pembagian bansos agar merata. Termasuk rencana pembangunan Jembrana ke depan sesuai dengan visi-misi Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana,” ucap Bupati asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini. *ode

Komentar