nusabali

Langsung Jenguk, Gubernur Pastika Bawakan Celengan

  • www.nusabali.com-langsung-jenguk-gubernur-pastika-bawakan-celengan

Gubernur Pastika juga imbau jajaran SKPD Pemprov Bali rela sisihkan uang Rp 10.000 per orang untuk dikumpulkan buat membantu Romanus Tenesi

Trenyuh Kasus Kuli Bangunan Ngebon Biaya Persalinan Rp 135 Juta di RS Sanglah


DENPASAR, NusaBali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat sensitif dengan persoalan warga miskin. Dia sering langsung action setiapkali ditemukan ada kasus kemiskinan yang membuat trenyuh. Contohnya, Gubernur Pastika langsung menjenguk Romanus Tenesi, 25, buruh miskin yang ngutang biaya persalinan istrinya sebesar Rp 135 juta di RS Sanglah, Denpasar, Jumat (23/9). Mantan Kapoda Bali ini datang dengan membawa celengan.

Romanus Tenesi yang dijenguk Gubernur Pastika, Jumat siang sekitar pukul 11.00 Wita, merupakan kuli bangunan asal Desa Kuluan, Kecamatan Biboki Feot Leu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Dia baru saja kehilangan istrinya, Katarina Lalian, 24, yang meninggal di RS Sanglah, karena mengalami hipertensi saat kehamilannya. Bayi berusia 1 bulan yang dilahirkan almarhum Katarina Lalian telah dibawa pulang Romanus Tenese dari RS Sanglah, Kamis (22/9) sore, diajak ke tempat kosnya kawasan Banjar Cengiling, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Saat mendatangi kos-kosan Romanus Tenesi di Desa Ungasan, Jumat kemarin, Gubernur Pastika didampingi Karo Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra. Pastika langsung meluncur dari Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Denpasar, Jumat siang pukul 11.00 Wita, seusai menerima audensi masyarakat. “Nggak usah banyak orang, bawa sopir sama ajudan saja,” ujar Pastika sebelum meluncur ke kos-kosan Romanus.

Dalam perjalanan melalui Tol Bali Mandara, Pastika menunjukkan berita yang dimuat di halaman 2 Harian NusaBali edisi Jumat tentang Romanus, yang terpaksa ngutang biaya persalinan istrinya sebesar Rp 135 juta di RS Sanglah dan pulang naik Bus Sarbagita sambil menggendong bayinya. “Saya nggak peduli apakah dia ber-KTP Bali atau tidak. Tapi, kalau seorang pemimpin nggak peduli dengan kesulitan rakyat seperti ini, ya kebangetan. Saya baru tahu ini saat baka koran NusaBali sambil sarapan pagi tadi,” ujar Pastika sembari menunjukkan koran NusaBali, dengan mata berbinar.


SELANJUTNYA . . .

Komentar