nusabali

Vertigo Tak Kunjung Sembuh, Sader Gantung Diri

  • www.nusabali.com-vertigo-tak-kunjung-sembuh-sader-gantung-diri

Seorang pekak, I Ketut Sader, 76, ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan tali plastik yang diikatkan pada pohon Kelor di belakang dapur miliknya di Banjar Dangin Jalan, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Senin (16/11). 

TABANAN, NusaBali
Hasil pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Kerambitan, I Gusti Ayu Ariati, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Kapolsek Kerambitan, Kompol Gede Nyoman Punia seizin Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, kasus gantung diri pertama kali diketahui menantu korban, Ni Kadek Werni, 49, sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelum menemukan mertuanya tewas gantung diri, Werni melihat korban berdiri bengong di belakang dapur. 

Tak lama kemudian saksi melihat korban sudah tergantung menggunakan seutas tali plastik warna biru sepanjang 1 meter. Melihat mertuanya gantung diri, Werni lantas menginformasikan kepada suaminya, I Made Sudarma, 49, yang kebetulan baru pulang dari gotong royong. Sudarma pun melihat ayahnya masih dalam posisi tergantung dengan jarak 50 centimeter di atas tanah. 

Sementara cucu korban, I Gede Wartana, 30, menambahkan, saat mendekati kakeknya yang tergantung, dipastikan sudah tidak bernapas lagi, namun tubuhnya masih hangat. Korban tewas tergantung menggunakan baju kaos merah dan celana pendek hitam. Kasus gantung diri itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kerambitan. Petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Kerambitan turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dari keterangan saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban murni tewas karena gantung diri. Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal 3 jam sebelum ditemukan. Sementara menurut keterangan pihak keluarga, korban diduga frustasi karena sakit jantung dan vertigonya tak kunjung sembuh. “Pihak keluarga menerima sebagai musibah dan menolak otopsi,” terang Punia.

Komentar