nusabali

Rumah Dokter Polda Dibobol Maling

  • www.nusabali.com-rumah-dokter-polda-dibobol-maling

Pelaku cukup lihai dalam beraksi, seperti mengambil VCR CCTV yang ada di dalam rumah untuk hilangkan jejak.

Brankas Berisikan Uang dan Emas Senilai Rp 180 Juta Digondol


DENPASAR, NusaBali
Aksi pencurian di siang bolong terjadi di Jalan Nakula Barat, Perum Graha Kencana No 21 Denpasar Barat, Kamis (28/7) pukul 13.00 Wita. Komplotan pelaku yang menggunakan mobil tersebut berhasil menggasak satu brankas yang berisikan uang tunai, emas dan dokumen penting milik Lina Handayani,39, yang merupakan dokter gigi Dokkes Polda Bali. Akibat ulah pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang dan masih dalam perburuan petugas gabungan dari Sat Reskrim Polresta dan Unit Polsek Denpasar Barat ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 180 juta.

Saat ditemui di lokasi, pembantu rumah tangga (PRT) korban bernama Ibu Encung,59, menerangkan dirinya tidak mengetahui secara pasti aksi para pelaku tersebut. Pasalnya, saat kejadian, wanita berkerudung ini sedang menidurkan anak majikannya yang baru berusia 6 bulan di dalam kamar. Dia juga mengaku sebelum menidurkan bayi itu, dirinya menutup semua pintu, termasuk pintu utama.

"Saya lagi nidurin anak majikannya di lantai II. Pas setelah itu saya turun, pintu depan sudah terbuka lebar. Padahal, sebelumnya sudah saya kunci rapat-rapat. Saya tidak mendengarkan apaupun saat kejadian itu. Soalnya saya ada di dalam kamar," katanya sembari menggendong bayi laki-laki itu.

Saat hendak mencuci pakaian milik majikannya, Encung kaget melihat isi kamar majikannya berantakan. Saksi selanjutnya memeriksa seluruh kamar dan tidak melihat adanya brankas lagi. Di bagian pintu depan sudah dalam keadaan terbuka. Sementara engsel jendela sudah dalam keadaan rusak.

"Saat itu saya sangat panik. Makanya saya langsung suruh anak-anak tetangga untuk melapor ke satpam. Sayapun menghubungi ibu (dokter Lina Handayani) dan memberitahu perihal musibah ini," ungkapnya.

Suami korban bernama Hery mengaku di rumah saat kejadian itu hanya ada sang pembantu dan anaknya yang masih bayi. Sedangkan istrinya sedang bekerja di Polda Bali. Sementara dirinya juga sedang bekerja di vila. Pada saat mendapat informasi, Hery mengaku langsung pulang dan mendapati rumah dalam keadaan berantakan. Sebuah brankas yang disimpan di kamarnya di lantai II lenyap. Bahkan, para pelaku membawa brankas secara utuh. "Di dalamnya ada emas dan uang tunai. Ya, ada emas batangan juga," urainya.

Dikatakannya, para pelaku diduga masuk melalui jendela dengan cara mencongkelnya. Sementara, saat keluar mereka membuka pintu utama dan kabur membawa brankas tersebut. Ini terlihat tidak ada kerusakan berarti di bagian jendela dan kondisi rumah diduga sudah dipelajari oleh pelaku. "Dugaan memang demikian. Mereka sudah tahu semuanya, termasuk tempat penyimpanan emas dan uang," jelasnya seraya mengaku pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan orang yang pernah bekerja dengan pasangan suami istri ini.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Wisnu Wardana mengungkapkan, pasca menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan menggali keterangan para saksi. Hasil identifikasi awal, pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela sebelah kanan pintu. Di jendela tersebut, pihaknya menemukan adanya bekas congkelan paksa terhadap gagang jendela. Selain itu, anggota sudah melakukan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ada di rumah tetangga korban. "Dari hasil rekaman itu tampak ada dua orang yang turun dan mendekati pintu. Mereka menggunakan mobil Avanza warna putih. Ya, kemungkinan lebih dari dua orang pelakunya," jelasnya.

Perihal keterlibatan orang dalam, Kompol Wisnu mengaku masih mendalami hal tersebut. Perwira dengan melati satu di pundak ini akan mendalami sejumlah saksi agar bisa membongkar identitas pelaku pencurian tersebut. Ia tidak menampik, para pelaku cukup lihai dalam bertindak. Pasalnya, pelaku mengambil VCR CCTV yang ada di dalam rumah.

"Di rumah itu memang ada CCTV-nya. Tapi, disknya sudah diambil oleh pelaku. Ya, yang jelas mereka sudah mempelajari benar seluk-beluknya," ungkapnya. Dari hasil identifikasi barang-barang yang hilang, Kapolsek mengaku dokumen-dokumen penting, uang tunai Rp 70 juta, emas, dan emas batangan dengan total kerugian mencapai Rp 180 juta ludes. "Semuanya disimpan di dalam brankas itu. Ya, otomatis semuanya raib kalau pelakunya mencuri brankas itu," imbuh Kompol Wisnu seraya mengatakan pihaknya dan Polresta sudah berhasil mengidentifikasi dua pelaku dan dalam pengejaran. * da

Komentar