nusabali

KMHD UI Adakan Pemilihan Ketua Baru

  • www.nusabali.com-kmhd-ui-adakan-pemilihan-ketua-baru

Kepemimpinan I Putu Agastya Werdikatama atau biasa disapa Agast sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Indonesia (KMHD UI) masa bakti 2017 segera berakhir.

JAKARTA, NusaBali

KMHDI UI segera menggelar pemilihan ketua baru untuk periode 2018 pada 3 Desember mendatang. Sampai saat ini, baru ada dua calon kandidat yang muncul. "Dua minggu lagi, KMHD UI ada pemilihan ketua baru. Pemilihan berlangsung di Sekretariat KMHD UI, Depok. Sejauh ini sudah ada dua kandidat," ujar Agast kepada NusaBali, Senin (20/11). Sayang kedua calon itu belum bisa diungkap, lantaran menanti waktu tepat siapa saja yang mencalonkan diri.
 
Menurut Agast, menjadi Ketua KMHD UI ada beberapa persyaratan. Mereka harus aktif di organisasi keagamaan kampus tersebut. Kemudian berasal dari angkatan satu tahun di bawah Ketua saat ini. Nantinya para calon Ketua menjalani fit and propert test. Tak ketinggalam peserta mendapat kesempatan memaparkan visi dan misinya.
 
Darisana anggota KMHD UI bisa menentukan pilihan siapa yang tepat menjadi Ketua. Berhubung waktu masih menyisakan sekitar dua minggu lagi, calon Ketua pun bisa bertambah. Berdasarkan pemilihan tahun kemarin, ada dua orang peserta mencalonkan diri.
 
Namun dua tahun lalu, ada tiga kandidat. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jumlah kandidat ketua bertambah. Pria yang duduk di semester lima jurusan Ilmu Komputer ini berharap, Ketua KMHD UI periode mendatang adalah sosok yang bisa membawa KMHD UI lebih baik ke depannya. "Plus dapat merangkul dan membimbing anggota. Prinsipnya harus lebih baik dari sebelumnya," tegas Agast.
 
Selama Agast menjabat Ketua KMHDI UI, sejumlah kegiatan digelar. Selain Hindu for Generation (HFG), ada pula kegiatan art competition antar angkatan KMHD UI. Lalu KMHD UI Championship, yakni kompetisi olahraga antar angkatan KMHD UI.
 
Selanjutnya ngayah pada Pura-Pura di Jakarta serta Makrab untuk anggota baru KMHD UI. "Makrab itu, acara malam keakraban menyambut anggota baru pada tahun ajaran baru," jelas Agast. Sedangkan ngayah, mereka lakukan saat Pura-Pura di wilayah Jakarta odalan atau sedang melaksanakan upacara.
 
"Ketika ada kegiatan tersebut, kami usahan hadir untuk membantu segala sesuatunya. Apakah itu bersih-bersih atau persiapan upacaranya," papar Agast. *k22

Komentar