nusabali

Majejaitan, Pengungsi Tangkal Stres

  • www.nusabali.com-majejaitan-pengungsi-tangkal-stres

Dengan majejaitan, mereka bisa melupakan suasana kampungnya yang mencekam karena didera gempa berkali-kali.

GIANYAR, NusaBali

Suasana berbeda tampak di posko pengungsian Lapangan Sutasoma, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (24/9). Sebagian besar kaum perempuan pilih menghabiskan waktu di pengungsian dengan majejaitan (membuat sarana upacara Hindu).

AA Eka Kusumawathi, Ketua Ikasuksma (Ikatan Alumni SMAN 1 Sukawati) selaku koordinator majejaitan mengatakan, para pengungsi ini perlu aktivitas selingan. Dengan majejaitan, mereka bias melupakan suasana kampungnya yang mencekam karena didera gempa berkali-kali. “Saya pikir dengan majejaitan ini, mereka akan ada semangat, jangan sampai stress karena memaku diri dalam tenda pengungsian. Kan, bisa saling cerita dengan kerabat,” jelasnya.

Jaitan yang dibuat berupa celemik dan ceper daun kelapa (slepan). Hasil majejaitan ini akan dijual kepada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu pengungsi, Ni Wayan Temi,51, mengaku sejak empat hari bengong karena tidak ada kegiatan. Syukurlah disini disediakan slepan untuk majejaitan. ‘’Jaitan ini bisa kami pakai sembahyang dari sini (pengungsian),” terangnya.

Kepala BPBD Gianyar AA Gde Oka Digjaya mengatakan, pihaknya berencana memindahkan pengungsi di Banjar Puakan, Desa Taro ke Sukawati. Hal ini masih penjajakan terutama pada pengungsi yang membawa sapi dan kambing. “Biar semua pengungsi terpusat di Lapangan Sutasoma,” jelasnya.

Dikatakan, pelbagai jenis sumbangan sudah mulai berdatangan. Pihaknya berharap sumbangan ini tak berhenti hanya pada awal-awal pengungsian.

Di pada pos kesehatan ada 58 pengungsi telah memeriksakan kesehatan. Relawan dr I Made Suwita Mkes mengatakan, dominan pengungsi terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), seperti batuk, pilek. Ada juga yang pusing-pusing. Ketersediaan obat-obatan masih lengkap dicover dari Dinas Kesehatan. ‘’Kami jaga 24 jam secara bergiliran. Tiap shif ada lima tenaga medis,” jelasnya. *nvi

Komentar