nusabali

Golkar Simulasi 5 Paket Calon

  • www.nusabali.com-golkar-simulasi-5-paket-calon

Dari 5 paket Cagub-Cawagub yang disimulasikan, nantinya akan diperah menjadi 3 pasangan untuk diajukan ke DPP Golkar.

3 Tokoh Birokrasi Masuk Bursa Cawagub Pendamping Sudikerta

DENPASAR, NusaBali
DPD I Golkar Bali tindaklanjuti perintah DPP Golkar untuk melakukan pendekatan kepada partai politik dan survei kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali menuju tarung Pilgub Bali 2018. Untuk suvei kandidat, Golkar simulasikan 5 pasangan Cagub-Cawagub yang semuanya menempatkan Ketut Sudikerta di posisi Calon Gubernur (Cagub) Bali 2018.

Simulasi 5 paket Cagub-Cawagub di internal Beringin ini diungkapkan langsung Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, kepada NusaBali, Rabu (29/3). “Ada 5 paket Cagub-Cawagub yang sudah kita inventarisir untuk disimulasikan. Ini bisa bertambah jumlahnya, sembari menunggu perkembangan. Sebenarnya, kita punya kandidat Cawagub, namun hanya 5 kandidat dulu yang disimulasikan,” ujar Sudikerta.

Ada pun 5 paket Cagub-Cawagub yang disimulasikan Golkar ini masing-masing I Ketut Sudikerta-Ni Made Ayu Putri, I Ketut Sudikerta-Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, I Ketut Sudikerta-Dewa Ketut Puspaka, I Ketut Sudikerta-I Ketut Rochineng, dan I Ketut Sudikerta-Tjokorda Ngurah Pemayun. Ketut Sudikerta merupakan politisi Golkar asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang telah ditetapkan DPP Golkar sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018. Sudikerta yang kini masih menjabat Wakil Gubernur Bali 2013-2018 adalah representasi kekuatan Bali Selatan.

Sedangkan Ni Made Ayu Putri merupakan tokoh perempuan asal kawasan Busungbiu, Buleleng (barat). Istri dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika ini merupakan representasi kekuatan Bali Utara. Stiker Paket Kerta-Ayu (Sudikerta-Ayu Pastika) ini sudah beredar di internal Golkar, sepekan lengkap dengan fotonya.

Sementara, IB Rai Mantra merupakan tokoh pengusaha asal kawasan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur yang saat ini masih menjabat Walikota Denpasar (2008-2010, 2010-2015, 2016-2021). Rai Mantra yang notabene Walikota Denpasar yang diusung PDIP, sudah dideklarasikan Partai NasDem sebagai Cagub Bali 2018.

Sebaliknya, Dewa Ketut Puspaka merupakan tokoh birokrasi asal Desa Ringdingkit, Kecamatan Seririt, Buleleng. Saat ini, Dewa Puspaka---yang mantan atlet bulutangkis andalan Bali---masih menjabat Sekda Kabupaten Buleleng. Sedangkan Ketut Rochineng merupakan tokoh birokrasi asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng yang kini masih menjabat Kelapa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali. Sementara Tjokorda Ngurah Pemayun adalah tokoh birokrasi asal Puri Madangan, Desa Petak, Kecamatan Gianyar yang kini masih menjabat Sekda Provinsi Bali.

Menurut Sudikerta, sebenarnya ada satu toloh birokraasi lagi yang maunya disimulasikan sebagai kandidat Cawagub Bali 2018. Dia adalah I Ketut Teneng, birokrat asal Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang kini masih menjabat sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Bali. Namun, yang bersangkutan tidak bersedia. “Pak Ketut Teneng tidak bersedia untuk disimulasikan, karena pilih fokus melaksanakan tugas di pemerintahan,” ujar Sudikerta.

Sudikerta menyebutkan, 5 paket Cagub-Cawagub yang terinventariasi saat ini akan disimulasikan melalui survei, untuk memilih 3 pasangan yang nantinya akan disodorkan ke DPP Golkar. Selanjutnya, DPP Golkar memilih salah satu dari 3 paket Cagub-Cawagub tersebut.

“Nanti 5 paket yang ada diciutkan menjadi 3 paket, untuk selanjutnya akan disampaikan kepada DPP Golkar. Kan ada melalui mekanisme survei sebelum diciutkan menjadi 3 paket calon. Kita mencari figur yang memiliki elektabilitas dan cocok (chemistry),” katanya.

Soal komunikasi dengan partai politik mitra Golkar dalam Koalisi Bali Mandara (KBM) seperti Pilgub Bali 2013, menurut Sudikerta, upaya itu tetap berlanjut. Sudikerta mengaku inin KBM berlanjut di Pilgub Bali 2018 mendatang. Dalam Pilgub Bali 2013 lalu, KBM beranggotakan parpol-parpol parlemen non PDIP yang dimotori Golkar-Demokrat-Gerindra. “Komunikasinya masih cair,” tandas Sudikerta yang sempat menjabat Wakil Bupati Badung 2005-2010 dan 2010-2013.

Sementara itu, munculnya sejumlah tokoh yang disimulasikan sebagai kandidat Cawagub Bali pendamping Sudikerta, mendapatkan dukungan dari kalangan DPD II Golkar Kabupaten. Salah satunya, Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Muntra, yang mengatakan Paket Kerta-Ayu mendapatkan respons positif dari masyarakat. “Paket Kerta-Ayu cukup direspons masyarakat dan dinilai sebagai pasangan yang ideal,” ujar Wayan Muntra kepada NusaBali, Rabu kemarin.

Namun demikian, Muntra tidak membantah sejumlah nama bisa muncul lagi menjadi tandem Sudikerta di posisi Cawagub Bali 2018. “Memang ada beberapa tokoh lagi yang punya potensi untuk maju berpaket dengan SGB (Sudikerta Gubernur Bali) di Pilgub Bali 2018. Nanti kan SGB yang akan menentukan. Namun, Paket Kerta-Ayu yang mendapat sambutan cukup positif dari masyarakat memang harus dilempar ke publik,” tandas Muntra. 

“Kita menunggu hasil survei simulasi Paket Cagub-Cawagub. Bagi kami, semakin banyak tokoh yang diinventarisir, semakin bagus untuk mencari yang terbaik di antara yang sudah baik,” lanjut politisi yang menggantikan I Ketut Suiasa menjadi Ketua DPD II Golkar Badung sejak tahun 2015 lalu ini.

DPD II Golkar Badung sendiri, kata Muntra, siap memenangkan Paket Cagub-Cawagub yang akan diusung partainya ke Pilgub Bali, Juni 2018 mendatang. “Bukan hanya mendukung, DPD II Golkar Badung juga siap memenangkan paket calon yang diusung Partai Golkar. Siapa pun tandem SGB nanti, kami akan habis-habisan berjuang,” tegas politisi yang juga notaris ini. 

Komentar