nusabali

Banjir Landa Kawasan Denpasar

  • www.nusabali.com-banjir-landa-kawasan-denpasar

Selain merendam jalan dan perumahan, air juga menggenangi perkantoran dan sekolah

DENPASAR, NusaBali

Hujan lebat yang mengguyur kawasan Denpasar, Selasa (23/1) sejak sore hari hingga dinihari, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Denpasar. Akibatnya, 190 KK rumah warga di dua kecamatan yakni Denpasar Barat dan Denpasar Selatan terendam. Selain merendam rumah warga, air juga merendam perkantoran dan 4 sekolah hingga siswa harus dipulangkan lebih awal.

Dari data BPBD Kota Denpasar, kawasan yang dilanda banjir paling signifikan yakni wilayah Denpasar Barat yang merendam sekitar 50 KK dan dua Sekolah Dasar (SD). Di wilayah Desa Padangsambian Kaja, kawasan yang terendam di Jalan Kerta Pura, Jalan Padang Mekar 1 samping Hotel Nirmala, dan Jalan Tunjung Sari Gang Manuri yang ketinggiannya sekitar 1 meter.

Selain itu, banjir juga merembet ke Jalan Buana Permai, Perumahan Padang Kartika Gang Maruti, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Perumahan Buana Permai, Jalan Gunung Guntur Gang 11 Blok C nomor 1, dan Jalan Padang Indah 9 Nomor 8 Padangsambian, yang ketinggiannya hingga 80 centimeter. Di Denpasar Barat

banjir juga dilaporkan menghanyutkan 1 mobil pick up dan 3 sepeda motor. BPBD juga mengungsikan 11 orang dewasa dan 1 bayi karena rumahnya terendam.

SDN 11 Padangsambian dan SDN 8 Dauh Puri yang terkena dampak terpaksa memulangkan siswanya lebih awal karena kelas sekolah tersebut terendam. Kendati hanya sebatas di bawah meja namun pihak sekolah mengkhawatirkan kenyamanan siswa yang menyebabkan tidak terkonsentrasi pada pelajaran.

Banjir juga melanda kawasan Denpasar Selatan sekitar pukul 22.00 Wita, di Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan yang merendam sedikitnya 20 KK dengan ketinggian air mencapai 90 centimeter. Instansi pemerintahan yakni Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Bali, bahkan SMPN 6 Denpasar juga tidak luput dari rendaman. Dengan kondisi air yang masuk ke ruang kelas pihak sekolah juga memutuskan untuk memulangkan siswanya lebih awal.

Banjir juga melanda di wilayah Jalan Drupadi, Jalan Kecubung 6, Jalan Sedap Malam, yang ketinggiannya mencapai 20 centimeter. Jalan Akasia 16B, Jalan Kerta Dalem Sari 4, Gang Wisesa Residen, Dewata Gang Pantai Sari, dan Jalan Batur Sari Sanur yang keseluruhannya mencapai 60 KK tingginya mencapai 90 centimeter.

Sedangkan di Jalan Tukad Bilok, Banjar Puseh Kangin, Desa Adat Intaran, Sanur Kauh, merendam sedikitnya 40 KK lebih karena luapan air sungai yang tidak dapat menampung volume air dari hulu. Alhasil, air merendam jalan sepanjang 200 meter dengan ketinggian 80 centimeter yang menyebabkan ruas jalan ditutup dari pertigaan Gang Sari Daging hingga Banjar Intaran.

Bahkan, air juga merendam SDN 1 Sanur yang menyebabkan siswa harus dipulangkan lebih awal. Selain itu, di sebelah utara Jalan Tukad Bilok yakni kawasan Jalan Sari Daging, Banjar Pande, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan juga menggenangi satu hektare sawah yang baru ditanami padi, dan sekaligus merendam sebuah gudang mebel, dan mobil APV yang terparkir di jalan tersebut.

Selain itu, basement lantai dasar gedung DPRD Kota Denpasar di Jalan Melati, juga terendam hingga ketinggian 20 centimeter. Sedikitnya tiga armada pompa penyedot air dikerahkan hingga pukul 13.00 Wita.

Salah satu warga yang ada di Jalan Tukad Bilok, Nengah Rela, 57, mengatakan banjir melanda kawasan tersebut berkali-kali setiap musim hujan karena buangan air dari got Jalan Hangtuah. Karena got yang diperbaiki semakin menyempit, dengan datangnya air besar maka volume penampungan kali tidak mencukupi. "Ini karena perbaikan got dulu, seharusnya arus besarnya dibuang ke trotoar Jalan Hangtuah, sekarang malah ke sini (Jalan Tukad Bilok, red)," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Putu Sulastri, 30, yang berada di wilayah Banjar Pande, Kelurahan Renon. Menurutnya, banjir yang dialami wilayahnya karena terlalu tingginya curah hujan, sehingga seluruh kawasan dan persawahan seperti danau. "Ini sebenarnya sudah musim. Tapi karena terlalu besar airnya jadi seperti danau," ungkapnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah Sekretaris BPBD Kota Denpasar Ardy Ganggas seizin Kepala BPBD Kota Denpasar IB Joni Ariwibawa mengatakan, banjir yang saat ini terjadi karena intensitas hujan tinggi yang sudah diprediksi oleh BMKG sebelumnya. Namun kata dia, karena sudah alam yang menentukan pihaknya hanya bisa mengantisipasi dengan kesiapan personil. "Ini sudah diprediksi BMKG sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, banjir terjadi juga karena serapan tanah di Kota Denpasar yang sangat kurang, salah satunya dengan banyaknya pembetonan dan penyempitan saluran drainase. Sehingga, dengan intensitas hujan seperti saat ini, serapan dan air yang mengalir tidak seimbang. "Ini karena minim serapan tanah juga, jadi dengan intensitas hujan yang tinggi, penyerapannya tidak seimbang," ungkapnya.*m

Komentar